Menggali Lebih Dalam Tentang Hubungan di Sosial Network

22 11 2010

Sosial network adalah struktur sosial yang terdiri dari individu atau organisasi yang terikat atau saling ketergantungan, seperti pertemanan, kekerabatan, kepentingan bersama, pertukaran keuangan atau hubungan kepercayaan.

 

Ada banyak jenis hubungan didalam social network, Social network masuk ke dalam beberapa tingkatan. Mulai dari hubungan pertemanan, keluarga, alamamater, bisnis, bahkan hubungan antar kedua negara.

 

Dengan sosial network, seseorang dapat dengan mudah berkenalan dengan orang lain, bahkan menemukan relasi bisnis. Seseorang dapat menemukan teman lama dimanapun berada. Manfaat lainnya adalah sosial network dapat dijadikan tempat silaturahmi, tentunya hal ini banyak menggantikan peran transportasi.

 

Peran media sosialasi dan berekspresi juga diambil alih social network. Semua orang dapat mengekspresikan apapun tentang dirinya. Peran media sosialasi ini sudah banyak dicontohkan misalnya sebagai tempat untuk menggalang dana.

 

Akhir- akhir ini gerakan jutaan orang disebuah sosial media dapat menekan keputusan hukum. Seorang narapidana dibebaskan hanya karena mendapat dukungan dari jutaan orang yang bergabung menjadi group disebuah social media.

 

Selain manfaat tentunya social networking mempunyai sisi gelap, Kebutuhan dasar manusia sebagai manusia sosial ditankap dengan apik oleh para penggagas situs social networking, seperti friendster, multiply dan banyak yang lainnya. Kehadiran teknologi ini pada awalnya mengusung niat baik “menyatukan semua manusia dalam satu wadah”. Akan tetapi kemudian terjadi penyimpangan-penyimpangan pada perkembangannya.

Penyimpangan itu dapat terjadi karena sisi pemilik (orang yang mempunyai account di situs social networking) yang tidak paham (literate) terhadap teknologi social networking atau si pengguna usil yang dengan pemahamannya tentang teknologi social networking memperdaya orang lain yang kurang paham terhadap teknologi tersebut.

Contoh riil dari kurang pahamnya pengguna teknologi social networking adalah apa yang diberitakan di detikinet.com tentang seorang pemuda yang dipenjara selama 110 tahun gara-gara memaksa gadis-gadis untuk mengirimkan foto bugil mereka. si pelaku menggunakan “informasi pribadi” si gadis yang tertera dengan jelas di situs social networking mereka (friendster, multiply, etc) untuk menjerat si gadis yang akan jadi korban.

Tren Social Networking dan Manfaatnya

 

Social networking tidak hanya digunakan untuk interaksi biasa, melainkan juga dimanfaatkan oleh organisasi-organisasi untuk mendukung strateginya baik dalam hal pemasaran, SDM, mengembangkan produk, dan lainnya. Bagaimana implementasi dan manfaatnya? Berikut ini adalah ulasannya.

Setiap tahunnya, Ernst & Young merekrut lulusan universitas melalui sebuah grup yang beredar di Facebook, dimana disana tidak hanya ada terdapat informasi lowongan kerja, melainkan juga ada employer yang menjawab masing-masing pertanyaan.

Beda lagi di Hewlett Packard, dimana sekitar 50 orang eksekutif tiap pagi login ke blog mereka masing-masing untuk membicarakan mengenai lini produk mereka secara online, serta merespon langsung terhadap masalah yang dialami pelanggan. Kemudian Del Monte Pet Foods juga memanfaatkan komunitas online untuk ‘chatting’ dengan 400 pencinta binatang, yang opininya sangat membantu dalam mengembangkan produk baru.

Praktik sejenis juga dilakukan oleh Mini USA, cabang bagi lini produk BMW Mini Cooper, yang melacak segala hal yang diungkapkan mengenai merek mereka secara online, baik dalam group discussion, blog, forum, hingga MySpace dan lainnya. Selanjutnya, informasi ini dimanfaatkan sebagai panduan aktivitas promosi mereka.

Lalu bagaimana perusahaan bisa memanfaatkan collaboration tools ini dengan baik?
Tentunya perusahaan harus mempelajari mengenai bagaimana interaksi yang terjadi secara online. Namun, menurut Charlene Li, analis dari Forrester Research, masih terlalu sedikit perusahaan yang mempelajari bagaimana orang berinteraksi melalui web serta menggunakan online collaborative tools ini.

Untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan strategi internet mereka, Forrester Research melakukan riset ‘social technology ladder’ yang mengklasifikasikan konsumen berdasarkan partisipasi mereka dalam berbagai macam jenis social networking. Pada tingkatan paling bawah adalah ‘inactives’ yakni mereka yang tidak aktif dalam aktivitas social networking, terdiri dari 44% orang Amerika dewasa yang online pada 2007. Kemudian diatasnya adalah ‘joiners,” yakni 25% yang mengunjungi situs-situs social networking seperti MySpace. Selanjutnya 16% lainnya adalah adalah mereka yang mengumpulkan informasi (collector), ada lagi critics (kritikus) yang membuat rating hingga review juga aktif di blog maupun forum. Sekitar 18% membuat content web, baik itu memuat artikel ataupun blog setidaknya sebulan sekali, punya situs web ataupun meng-upload content di Youtube.

Melalui pemahaman yang baik mengenai bagaimana aktivitas interaksi online konsumen, maka perusahaan bisa mengembangkan strategi dengan tepat. Selanjutnya perusahaan bisa menentukan tujuan apa yang ingin dicapai, merencanakan bagaimana rencana perubahan hubungan dengan pelanggan serta menentukan teknologi apa yang ingin dimanfaatkan.

Menurut Joe Kraus, salah seorang director Google, ada tiga tren utama dalam hal bagaimana orang memanfaatkan internet. Pertama, proses menemukan informasi kini berubah dari aktivitas yang dilakukan sendiri menjadi aktivitas bersama. Misalnya Anda ingin menemukan informasi tertentu, Anda bisa memperoleh jawaban dengan cara posting di forum ataupun mengirimkan instant message kepada teman-teman Anda melalui Yahoo Messenger ataupun MSN. Dengan cara tersebut, hasil temuan informasi akan lebih baik dibandingkan jika Anda sendiri.

Kedua, cara kita dalam bertukar informasi juga berubah, dari aktif membagi informasi, misalnya dengan mengirim email foto kepada teman, menjadi secara pasif, misalnya meng-upload foto di Facebook dan mengirim notifikasi email kepada teman Anda. Dan ketiga, Kraus juga memandang bahwa web pada akhirnya akan menjadi social secara keseluruhan, yang menurutnya tidak akan terjadi kecuali user bisa melakukan tiga hal, yakni: punya identitas tunggal untuk login ke banyak situs, membagi data private seperti foto ataupun daftar kontak tanpa menyerahkan informasi rahasia, hingga mendistribusikan informasi melalui banyak aplikasi social.

Dengan memanfaatkan social networking, maka Anda akan bisa memperbarui cara interaksi dengan pelanggan, dan juga mendukung strategi dan tujuan organisasi Anda.

 

Belakangan ini popularitas situs jaringan sosial seperti facebook dan twitter berkembang semakin pesat. Dapat dikatakan bahwa situs-situs pertemanan seperti itu telah menjadi gaya hidup atau bahkan kebutuhan sehari-hari bagi kebanyakan orang, terutama sekali bagi kaum muda.

Memperbaharui status dan bebagai kegiatan lainnya di facebook atau twitter merupakan makanan sehari-hari yang tidak bisa ditinggalkan. Hal ini ternyata telah membawa dampak buruk bagi sementara orang. Para karyawan di kantor, misalnya, produktivitas kerja mereka jadi menurun, karena keasyikan membuka akun pertemanan mereka. Bahkan tak jarang kegiatan tersebut juga bisa merusak keharmonisan di dalam rumah tangga, karena terjadinya kasus perselingkuhan melalui dunia maya itu. Bahkan, pernah dikabarkan ada gadis di bawah umur yang dilarikan oleh teman facebooknya.

Namun demikian, situs pertemanan atau jaringan sosial tidak selalu berdampak negative. Sebetulnya banyak segi positif yang bisa dilakukan melalui situs seperti itu. Kita bisa membuat kelompok atau komunitas tertentu yang memiliki kesamaan minat. Di facebook kita mengenal ada kelompok yang berorientasi pada pendidikan, bisnis online, pemberian motivasi, atau bahkan gerakan sosial tertentu.

 

Masalahnya sekarang, hubungan seperti apa sih yang terbentuk dari sosial network tersebut?

Hubungan pertemanan, persaudaraan, atau lebih dari itu ? Sungguh kompleks sekali untuk memetakan hubungan yang terjadi dalam social networking.

 

 

Source :

 

http://www.managementfile.com/journal.php?id=133&sub=journal&page=str_mgt&awal=50

http://www.daceband.com/read_blog/1110/manfaat-social-network







FITUR-FITUR ONLINE UNIVERSITAS GUNADARMA

21 11 2010

Tak terasa sudah 1 bulan Silkum berada ditengah-tengah suasana belajar universitas Gunadarma. Banyak sekali hal-hal baru yang Silkum dapatkan. Teman (terutama yang cewek😀 ), Dosen, Senior dan masih banyak lagi . Senang rasanya setelah kurang lebih 1tahunan vakum dari dunia belajar-mengajar karena harus mencari modal untuk kuliah. Loh kok malah curcol :peace.

Silkum ingin berbagi informasi mengenai tempat kuliah Silkum. Dipostingan kali ini, Silkum akan focus mengenai layanan-layanan online Univ.Gunadarma . Tu dhe poin aja yah…

Ini lho layanan Online Universitas Gunadarma:

1. Studentsite

Tiap-tiap mahasiswa harus melakukan aktifasi untuk dapat login kedalam studentsite.

Setelah login, mahasiswa mendapat berbagai fitur studentsite, diantaranya :

Didalam student site tersebut juga terdapat menu-menu penting yaitu :

  • WWW News
  • BAAK News
  • Lecture Messages
  • Rangkuman nilai
  • Jadwal Kuliah
  • Jadwal Ujian
  • Bebas Perpustakaan
  • Surat Keterangan
  • Infor Absesnsi
  • Pendaftaran Lomba Blog
  • Info Seminar (UG portfolio)
  • Tulisan (UG portfolio)
  • Tugas (UG portfolio)
  • Warta Warga
  • Blog Komunitas Perbankan
  • Blog Komunitas Linux
  • Blog Komunitas Photografi
  • Blog Komunitas Robotika
  • Blog Komunitas Arsitektur
  • Blog Komunitas Ekonomi Syariah
  • Blog Komunitas Pasar Modal

Wew, banyak banget ya fungsi dari studentsite, dari beberapa menu diatas, Saat ini Silkum baru memanfaatkan menu Tugas. Menu Tugas digunakan untuk mengumpulkan tugas-tugas semisal tugas mata kuliah softskill ISD (Ilmu sosial dasar) dimana tugas tersebut biasanya membuat paper yang kita posting didalam blog masing-masing mahasiswa.

OK bloggers, lihat penampakannya langsung di http://studentsite.gunadarma.ac.id

Layanan Online lainnya, To be Continued >>





Kemacetan di Jakarta, Salah siapa ?

21 11 2010

Jakarta macet salah siapa ?

Gubernurkah yang tidak pecus menata DKI Jakarta atau masyarakat yang harus dipersalahkan.  Menurut pendapat sebagian orang kemacetan yang timbul pada jam-jam sibuk akibat terlalu banyaknya populasi kendaraan yang melewati kawasan tertentu. Juga  belum seimbang dan meratanya pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah lain. Pemerintah sedang menyiapkan skema mempercepat pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa, Sumatera, dan Bali.

Beberpa orang beropini sbb :
Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menilai jumlah penduduk di Jakarta sudah mencapai 14 juta jiwa, sementara jumlah kendaraan bermotor yang beredar mencapai 10 juta kendaraan. ia menjelaskan, di Amerika Serikat (AS) tiap satu kendaraan bermotor berbanding dengan 1,2 jiwa. Di Jepang, satu kendaraan bermotor untuk 2 jiwa. “Sementara di Jakarta 1 kendaraan bermotor berbanding dengan 1,4 jiwa, ini kan berarti sudah mendekati populasi di negara maju,” papar Gunadi.Namun perbedaannya adalah, di negara maju sudah disediakan beragam transportasi massal yang layak, aman, serta nyaman untuk digunakan penduduknya.Ia menyebut Indonesia pun seharusnya juga memiliki transportasi massal seperti itu yang seimbang dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduknya.“Kalau semua itu tersedia, tentu tidak ada lagi kemacetan karena jumlah kendaraan pribadi yang sangat banyak, karena toh setiap orang tentu tidak ingin tiap hari mengejar-ngejar bus kota atau naik-naik ke atap kereta api guna cepat sampai tujuan,” pungkas Gunadi.
Kemacetan di Jakarta disebabkan tak berimbangnya pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dengan pengembangan jaringan jalan. Hingga Juli 2010, pemerintah kota mencatat jumlah kendaraan roda dua dan empat di Jakarta sebanyak 6,7 juta unit, dengan pertumbuhan 1.172 unit per hari.

Sementara itu, panjang jalan di Jakarta 7.650 kilometer dengan pertumbuhan panjang jalan yang hanya 0,01 persen per tahun. Jumlah kendaraan pribadi tercatat lebih banyak dibanding kendaraan umum. Dari total jumlah kendaraan itu, 98 persennya adalah kendaraan pribadi, sisanya angkutan umum.

Pendapat lainnya,

Mengapa jakarta macet ?

1. Jumlah mobil terlalu banyak
2. Jalanan yang kurang banyak
3. Situasional dan tergantung kasus

Apabila Anda menjawab no. 1 berarti pikiran Anda senada dan seirama dengan para pejabat, khususnya di Pemkot DKI. Sebagai anti-tesis atas pemikiran tersebut, perlu diperdalam dengan mengetahui rasio jumlah mobil pribadi per kapita penduduk. Hal ini untuk menjawab apakah benar jumlah mobil di Jakarta sudah terlalu banyak? Rasio jumlah mobil per kapita di Jakarta harus dibandingkan dengan rasio yang sama di Tokyo, New York, London, Paris dan kota-kota dunia lainnya yang sepadan dari luasan wilayah dan jumlah penduduknya.

Pemikiran no. 1 yang menyatakan bahwa jumlah mobil yang terlalu banyak sebagai penyebab utama kemacetan di Jakarta boleh dinilai sebagai kesimpulan instan bagi pengelola kota dan konsekuensi paling sederhana dan murah untuk menanganinya. Sebagai analoginya, apabila saluran kamar mandi rumah mampat sehingga air tergenang di lantai kamar mandi, dengan cara berpikir no. 1 seorang kepala rumah tangga akan melarang anggota keluarganya untuk menggunakan kamar mandi. Hasilnya secara instan tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun masalah kamar mandi yang tergenang terselesaikan, tetapi sebagai konsekuensinya anggota keluarga tidak bisa melaksanakan rutinitas kehidupan secara normal.

Secara nyata kebijaksanaan pemerintah yang mengemuka tentang transportasi di Jakarta sangat dilandasi dengan pemikiran tersebut. Pembatasan jumlah penumpang yang kemudian terkenal dengan sebutan 3 in 1 telah diterapkan mulai 20 April 1992 dan bahkan diperluas oleh Gubernur Sutiyoso sekitar tahun 2003.

Selain itu kebijaksanaan pemerintah yang mengemuka hingga saat ini yang juga dilandasi dengan pemikiran tersebut dan masih menjadi wacana.

Nah, setelah membahas penyebabnya, mari kita gali pendapat-pendapat mengenai solusi atas kemacetan di Jakarta.

Kemacetan, Apa solusinya ?

Beberapa pendapat mengatakan,
1. Parking surcharge, bukan road pricing.
Road pricing bagus, tapi repot pelaksanaannya dan rawan pelanggaran. Ada cara lebih mudah dan efektif: kenakan saja biaya parkir tambahan yang cukup tinggi (Rp 20.000 per sekali masuk?) di luar biaya parkir resmi buat seluruh kendaraan yang parkir di kawasan bisnis utama Jakarta. Orang akan enggan membawa mobil ke kawasan tersebut . Kalaupun membawa mobil, kalau sudah parkir akan enggan mengeluarkannya lagi. Untuk bepergian mereka akan terdorong untuk memilih berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum.

2. jalur pejalan kaki bukan jalur sepeda.
Supaya orang tidak sedikit-sedikit membawa mobill, trotoar harus tersedia di semua jalanan padat di Jakarta. Dengan demikian, untuk keperluan singkat — makan siang, misalnya — orang tak perlu berkendara. Jalur pejalan kaki yang baik juga akan merangsang orang untuk naik kendaraan umum. Sekarang ini kalau Anda turun bus TransJ di Jalan Buncit Raya, misalnya, Anda akan bingung: mau jalan dimana, tidak ada trotoar?

Membangun jalur sepeda saat ini terlalu berlebihan. Jakarta terlalu luas, sepeda bukan solusi transportasi. Kendaraan umum plus jalur pejalan kaki yang baik lah solusi yang tepat.

3. Berlakukan Undang-undang tenaga kerja untuk pekerja transportasi.
Saat ini sopir dan pembantu sopir metromini dan mikrolet tidak diikat dalam perjanjian kerja yang jelas, yang sesuai dengan peraturan perburuhan.

Mereka tidak digaji tetapi dikenai target setoran (dan mendapatkan kelebihannya). Mereka pun terdorong untuk berperilaku seperti yang kita lihat seekarang: berhenti sembarangan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang, ngetem, main serobot, dan sebagainya.

Akibatnya, mereka menambah keruwetan lalunlintas yang sudah padat. Kalau mereka digaji seperti tenaga kerja lain dorongan untuk bersaing merebut penumpang akan berkurang dan bisa diharapkan mereka akan mengendarai mobil dengan lebih tertib.

4. Secara bertahap perbaiki kualitas kendaraan umum.
Kendaraan umum di Jakarta, terutama metromini dan yang sejenisnya, banyak yang sudah tak layak jalan. Sering mogok dan taka nyaman dinaiki. Kalaunsudah mogok menutupi jalan. Tidak perlu diganti seluruhnya secara langsung. Bertahap saja. Persyaratan untuk pengadaan baru ditambah (misal, perlu pakai pendingin udara).

5. Normalisasi jalan.
Jalan di Jakarta banyak yang tidak standar: lajur menyempit mendadak atau malah hilang, lajur putar balik atau belok kanan tidak ada sehingga mengganggu kendaraan yang mau lurus, dan sebagainya. Ketimbang membangun jalan baru, Pemda DKI lebih baik menormalisasi jalan-jalan yang tak standar ini. Tentu perlu pembebasan tanah, terutama disekitar persimpangan tapi pasti tanah yang perlu dibebaskan tak akan sebanyak kalau membangun jalan baru.

6. Marka jalan dibuat lagi.
Sebagian besar jalan di Jakarta tak punya maraka-marka jalan — pembatas antar lajur, penanda arah lajur, garis berhenti di perempatan, dan sebagainya. Marka-marka jalan harus dibuat lagi supaya pengendara bisa lebih disiplin dan kalau melanggar bisa ditilang.

Sangat memalukan bahwa Jakarta tak bisa membuat marka jalan dengan benar. Lihatlah Surabaya atau Yogyakarta. Jalan-jalan di sana mulus rapi dan dengan dilengkapi marka yang lengkap dan jelas tak seperti Jakarta yang jalnnya bipeng-bopeng serta polos tanpa tanda apa-apa untuk membantu pengendara.

7. Aturan lalu lintas ditegakkan betul.
Pengendara harus diajari disiplin. Setiap pelanggaran harus ditilang. Kendaraan yang tak memenuhi syarat — terutama kendaraan umum — harus dikandangkan.

Saya yakin dengan 7 langkah mudah di atas, lalu lintas Jakarta akan menjadi jauh lebih baik. Jumlah kendaraan yang lalu lalang akan berkurang, kendaraan umum akan diminati, dan orang akan rela untuk berjalan kaki untuk tujuan-tujuan dekat.

Lalu,

Seperti yang kita lihat sekarang ini.

– Apakah Transjakarta sebuah solusi?

BUSWAY CULTURE : BUDAYA BARU TRANSPORTASI JAKARTA

Perlunya transformasi budaya masyarakat transportasi Jakarta

Jakarta sebagai ibukota negara sekaligus pusat perekonomian dengan jumlah penduduk 8.792.000 jiwa[i] kian lama kian tidak nyaman dihuni. Problem khas kota besar yaitu kemacetan lalu lintas telah menjadi keseharian warganya. Kemacetan itu disebabkan diantaranya oleh ketimpangan di sektor transportasi kota berupa pertumbuhan jalan yang tidak seimbang dengan pertumbuhan kendaraan bermotor. Sebagai ilustrasi, pertumbuhan panjang dan luas jalan raya di Jakarta antara tahun 1999 dan 2003 hanya empat persen hingga lima persen saja. Sedangkan pertumbuhan kendaraan bermotor mencapai lima persen sampai 10 persen, hampir dua kali lipat pertumbuhan panjang dan luas jalan raya yang ada.[ii]

Sementara itu, jumlah angkutan umum sebanyak 266.000 unit sepertinya tidak sebanding dengan jumlah mobil sebanyak 2,5 juta unit yang berseliweran di ruas-ruas jalan ibukota dengan pertambahan antara 300 hingga 400 unit per hari.[iii] Hal demikian kian memperkuat lingkaran setan kemacetan Jakarta hingga kemudian sebuah terobosan baru diperkenalkan, yaitu Bus Transjakarta atau busway yang tidak hanya berdampak pada sistem transportasi massa Jakarta tapi juga bisa berdampak pada aspek peningkatan kualitas pelayanan publik.

Keberadaan busway ditujukan untuk menjadi solusi atas persoalan transportasi massa Jakarta. Persoalan tersebut berpangkal pada problem struktural berupa manajemen transportasi kota yang tidak teratur yang menjadikan saling carut marutnya persoalan transportasi massa di Jakarta dan disertai dengan rendahnya kualitas pelayanan publik di sektor transportasi, baik yang disediakan oleh negara atapun swasta.

Adapun problem kultural yang melatarinya adalah paradigma yang mengabaikan hak konsumen demi keuntungan belaka. Istilah “nguber setoran” yang menjadi budaya sebagian sopir angkutan umum mencerminkan rendahnya penghormatan kepada penumpang yang terpaksa harus berdesak-desakan demi keuntungan ekonomis operator angkutan tersebut. Belum lagi faktor keamanan karena banyak copet yang beraksi. Selain itu minimnya kesadaran berbudaya transportasi massa bagi sebagian besar masyarakat juga merupakan bagian dari masalah.  Rendahnya kesadaran untuk memiliki dan memanfaatkan fasilitas publik, termasuk disini adalah moda transportasi massa semakin memperkuat preferensi orang untuk lebih memiliki kendaraan pribadi. Tak ayal lagi, Jakarta kian macet dengan banyaknya mobil pribadi berkeliaran di jalanan.

Melihat beberapa persoalan tersebut, serangkaian perubahan baik secara struktural maupun kultural akhirnya diperlukan demi pengembangan sektor transportasi massa yang lebih baik. Pentingnya perubahan struktural didasari dengan digulirkannya isu global yaitu Good Urban Governance oleh PBB melalui program pembangunannya (UNDP) untuk mengagendakan program dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Peningkatan kualitas pelayanan publik pun menjadi salah satu tolok ukur pemerintahan kota yang ramah kepada publik.[iv] Dari situlah berkembang wacana tentang perlunya intervensi pemerintah dengan konsep Transportation Demand Management atau manajemen perkotaan berbasis sektor transportasi untuk mewujudkan good urban governance.

Tidak hanya perubahan struktural, perubahan kultural juga diperlukan. Hal demikian diupayakan dengan mengubah paradigma mengenai transportasi massa menjadi lebih manusiawi. Dalam konteks ini, pandangan bahwa konsumen adalah raja juga harus diberlakukan di sektor transportasi massa. Kepuasan konsumen pun menjadi hal yang sangat prinsipil. Selain itu, budaya masyarakat transportasi, dari kalangan produsen hingga kalangan konsumen juga perlu diubah. Transformasi budaya agar angkutan umum menjadi pilihan utama masyarakat dalam bertransportasi menjadi hal yang niscaya dan dari sinilah sebuah sistem transportasi massa yang menawarkan kepuasan bagi penumpangnya mutlak diselenggarakan.

Busway cukture untuk transformasi budaya masyarakat transportasi Jakarta

Busway yang mulai beroperasi sejak 15 Januari 2004 silam sekilas justru menambah kemacetan lalu lintas karena secara otomatis lebar ruas jalan semakin berkurang. Namun penciptaan kemacetan baru bagi pengguna kendaraan pribadi ini justru disengaja untuk menggeser dan mengalihkan penggunaan moda transportasi pribadi ke moda transportasi umum.

Janji Busway berupa pelayanan transportasi masal yang ramah, aman, dan nyaman telah menjadi daya tarik sekaligus daya dorong bagi pengembangan sektor transportasi massa yang pro-konsumen. Adanya busway bisa menjadi preseden yang baik dan menjadi contoh yang positif dalam pengembangan sektor transportasi massa secara lebih manusiawi. Hal ini dipertegas dengan adanya beberapa keunggulan busway, yaitu:

Pertama, kenyamanan. Hal ini bisa dibuktikan dengan fakta-fakta berupa bus yang berkapasitas luas dengan kursi busa dan ber-AC, tersedianya kotak P3K, pintu hidrolik otomatis, hingga sistem headway per tiga menit yang menepis kekhawatiran akan ketidakpastian keberangkatan bus.

Kedua, keamanan. Adanya penempatan satgas di JPO, halte dan di dalam bus menjadi bukti adanya upaya pemerintah melalui BPTB memenuhi kebutuhan konsumen akan rasa aman dalam berkendara.

Ketiga, ketepatan waktu. Karena busway satu-satunya moda transportasi yang bebas macet dan bebas hambatan, maka hanya diperlukan sekitar 45 menit dari Blok M sampai ke Stasiun Kota.

Keempat, dalam pengembangan sektor transportasi massa, nilai investasi ekonomi untuk proyek busway terhitung paling murah dibanding monorel dan subway. Inilah yang menjadikan busway menjadi pilihan pertama dalam revolusi sistem transportasi massa di Jakarta yang rencananya bakal diikuti oleh kota lain semisal Yogyakarta.

Kesuksesan busway koridor I yang kemudian disusul dengan koridor II (Pulogadung – Harmoni) dan koridor III (Harmoni – Kalideres) menjadi awal yang baik bagi pengembangan sektor transportasi massa yang lebih berkualitas dan manusiawi di masa depan. Hal ini ditandai dengan tumbuhnya paradigma baru bagi stakeholder sektor transportasi massa. Paradigma baru disini disebabkan oleh adanya sistem shock therapy bagi pengemudi yang indisipliner dan nakal. Sistem sanksi yang tegas memaksa pramudi untuk selalu disiplin dan menaati peraturan serta etika berlalu lintas. Sedangkan sistem antri berperan mendorong terciptanya budaya tertib. Adanya mekanisme antri mulai dari pembelian tiket hingga memasuki bus menjadi harapan adanya pendidikan budaya santun dalam bertransportasi. Dengan kata lain, sisi positif yang diharapkan akan muncul adalah revolusi paradigma semua stakeholder sektor transportasi ini, mulai dari regulator atau pemerintah, operator, dan konsumen pengguna jasa transportasi hingga masyarakat umum.

Keberhasilan busway menciptakan kondisi layanan sektor transportasi massa setaraf dunia yang memuaskan konsumen seyogyanya menjadi model di moda transportasi lainnya. Dari sinilah perlunya inovasi busway culture yang perlu dikembangkan tidak hanya di sektor transportasi namun di sektor jasa lainnya, seperti kesehatan, pendidikan, pariwisata, dsb.

Keberadaan busway telah menghembuskan angin segar dalam menciptakan budaya baru bertransportasi di Jakarta sekaligus menjadi ikon pelayanan sektor transportasi yang memanusiawikan warga kota. Tidak hanya itu, keberadaannya juga menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang memuaskan masyarakat pun bisa terwujud asalkan ada kemauan. Kedepan, inovasi busway culture ini tidak melulu diterapkan di sektor transportasi, namun juga perlu menjadi semangat untuk mengembangkan budaya baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ya dan tidak. TJ adalah satu dari banyak simbol inkompetensi PEMDA membunuh root cause. Maunya solusi cepat dan murah tanpa memikirkan collateral effect yang terjadi karena solusi cepat itu.

TJ secara teori adalah sebuah solusi. Tapi kenyataannya, TJ memerparah kemacetan Jakarta. Kenapa? Ini sebabnya:

Logika simple dari pengadaan TJ adalah ini:

TJ mengambil 1 dari 3 jalur mobil. Jika tidak ada TJ, maka seharunya di satu garis jalan, terdapat 3 mobil. Karena 1 diambil jalur TJ maka mobil hanya bisa 2. Logika simplenya, TJ hanya akan efektif jika dia mampu menyerap

+ 1/3 pengguna mobil Jakarta

+ pengguna bus

+ pengguna motor

Jika 1/3 tidak terserap maka jalan hanya makin macet. Meski tidak ada data, jelas kita melihat bahwa TJ tidak menyerap 1/3 pengguna mobil Jakarta. Bukti dari ini adalah sebagian pengguna mobil akhirnya pindah menjadi pengguna motor. salah satu faktor Ini yang menyebabkan motor jumlahnya sangat banyak.

– Celakanya, Pemda Jakarta tidak melihat bahwa naiknya motor adalah konsekwensi alami kebijakan yang buruk. Mereka malah menganggap bahwa motor sebagai penyebab kemacetan. dan sekarang ada wacana bahwa motor harus dibatasi. Oalah, bukannya mobil yang dibatasi, bukannya subway dibangun, bukannya penyerapan TJ diperbaiki. Malah motor yang ditembak.

Solusi Kemacetan Jakarta:

+ pastikan TJ menyerap 1/3 pengguna mobil karena jalur TJ telah mengorbankan 1/3 kapasitas jalan umum. Caranya:

1. perbanyak armada

2. halte yang lebih manusiawi. masak WC aja gak ada?

3. Jika tidak kuat sediakan AC, mbok ya haltenya dibikin rindang, pake kaca rayban + kipas angin.

+ Bangun Subway

Ini udah jelas, gue gak perlu terangin lagi kenapa.

+ Parkir!

Parking surcharge, bukan road pricing.
Road pricing bagus, tapi repot pelaksanaannya dan rawan pelanggaran. Ada cara lebih mudah dan efektif: kenakan saja biaya parkir tambahan yang cukup tinggi (Rp 20.000 per sekali masuk?) di luar biaya parkir resmi buat seluruh kendaraan yang parkir di kawasan bisnis utama Jakarta. Orang akan enggan membawa mobil ke kawasan tersebut . Kalaupun membawa mobil, kalau sudah parkir akan enggan mengeluarkannya lagi. Untuk bepergian mereka akan terdorong untuk memilih berjalan kaki atau menggunakan angkutan umum.

Bagus kan? Tapi pre-conditionnya jelas bahwa

+ TJ harus dimaksimalkan

+ pertumbuhan motor jangan dihalangi

+ bangun subway

jangan sampai parking surcharge ini diberlakukan tanpa ada penyelesaian. Pemda dari dulu dalam mengatasi kemacetan selalu menerapkan kebijakan tanpa memberikan alternatif. Ketika altrnatif ini berbuah buruk, dibiat lagi kebijakan tambal sulam. Gitu aja terus sampai semua orang Jakarta rugi uang dan waktunya.

Apakah Kereta Api Solusi Kemacetan Jakarta ?

Saat ini angkutan umum massal khususnya di Jakarta masih menghadapi beragam masalah. Tidak heran, banyak masyarakat di Jakarta yang memilih kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi. Akibatnya jalanan di Jakarta dipenuhi beragam kendaraan roda empat atau dua sehingga menyebabkan kemacetan yang luar biasa.

Padahal, ada satu solusi moda angkutan umum massal yang mampu mengatasi kemacetan lalulintas di Jakarta yang semakin parah ini yakni dengan menggunakan kereta api. Di negara – negara maju seperti Tokyo, kereta api telah digunakan sebagai moda angkutan umum massal yang efektif mengatasi problem kemacetan lalulintas.

Di Indonesia, penggunaan kereta api sebagai moda angkutan umum massal masih terkendala dengan berbagai kebijakan pemerintah yang belum berpihak. Hal ini lantaran lobi yang dilakukan pabrik – parbik mobil terhadap pemerintah masih terlalu kuat. Tidak heran pertumbuhan mobil di Indonesia mencapai 200 – 300 unit/hari dan sepeda motor mencapai 800 unit/hari.

Membangun Sistem Transportasi Modern: Solusi Kemacetan Jakarta

Jakarta merupakan kota terbesar di Indonesia, sebagai ibukota Negara, posisi Jakarta memegang posisi sangat penting dalam hal; politik, ekonomi, dan perdagangan. Tidak salah, kalau akhirnya Jakarta diserbu oleh pendatang (urban) yang berdatangan dari berbagai wilayah di Indonesia. berdasarkan catatan resmi catatan sipil, tahun 2007, jumlah penduduk Jakarta adalah 7.706.392 jiwa, sedangkan berdasarkan perkiraan, pada siang hari, penduduk Jakarta bisa mencapai 12 juta jiwa. Mobilitas penduduk Jakarta yang sangat cepat dan massal ini membutuhkan dukungan infrastuktur transportasi yang modern dan massal pula. pengertian modern dan massal di sini adalah sebuah system transfortasi yang cepat, aman, efisien, dan berkapasitas menampung banyak orang. Umumnya, kota-kota besar di dunia, sudah menggunakan sistem transfortasi modern dan massal. Sejak 15 November 1957, kota Nagoya, telah mulai mengoperasikan jalur subway pertamanya, yakni jalur Nagoya-Sakae. Kini, Nagoya telah memiliki banyak jalur kereta listrik bawah tanah dengan panjang total 89 km yang mengangkut penumpang mencapai rata-rata 1.100.000 orang per hari. Sementara sistem bus dalam kotanya yang telah beroperasi sejak 1 Februari 1930, kini telah memiliki panjang jalur 746 km hanya mengangkut sejumlah 318.000 orang per hari (data tahun 2004). Curitiba, Brasil, kota yang luas areanya 432 km2 dan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa ini mengoperasikan 5 tipe angkutan bus dengan daya angkut hingga 270 penumpang.

Persoalan Transportasi di Jakarta

Di Jakarta, jumlah penduduknya yang besar ternyata tidak ditopang dengan sistem transportasi yang memadai. Setiap hari, warga Jakarta masih harus berhadapan dengan situasi transportasi Jakarta yang semrawut, macet, dan tidak aman (copet, kecelakaan, dan lain-lain). Konfigurasi dari persoalan pokok transportasi di Jakarta adalah kapasitas jalan tidak sebanding dengan jumlah kendaraan (pribadi dan umum) yang menggunakannya. jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan-jalan Jakarta untuk tahun 2007 dihitung sebanyak 7.773.957 yang terdiri dari; kendaraan sepeda motor 5.136.619 unit, mobil sebanyak 1.816.702 unit, kendaraan bus berjumlah 316.896, dan 503.740 untuk jenis kendaraan lainnya. Dari total tersebut, kendaraan umum hanya berjumlah 2% dari seluruh kendaraan dijakarta. Rasio perbandingan kendaraan pribadi dan kendaraan umum adalah 98% berbading 2%, sebuah perbandingan dari volume penggunaan jalan yang didominasi kendaraan pribadi. Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Susantono, mengacu pada kajian Study on Integrated Transportation Master Plan for Jabodetabek (SITRAMP 2004), menyebutkan kerugian akibat kemacetan lalu-lintas di DKI Jakarta mencapai Rp 8,3 triliun.

Volume kendaran pribadi yang sangat besar, tentunya berdampak pada penguasaan kendaraan pribadi pada hampir seluruh kapasitas daya tampung jalan raya dan trip penggunaan jalan di Jakarta. Membludaknya jumlah kendaraan pribadi telah menjadi faktor utama kemacetan. Selain itu, banyaknya volume kendaraan pribadi berdampak pada penambahan gas emisi dan pemborosan energi (BBM). Faktor utama membanjirnya kendaraan pribadi adalah; pertama mentalitas klas menengah dan orang kaya baru di Indonesia yang senantiasa menunjukkan status sosialnya dengan ukuran kendaraan mewah. Kedua kebijakan pemerintah yang menghapus pajak impor kendaraan mewah.

Solusi Kemacetan: Sistem Transportasi

Untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, sekaligus untuk menyiapkan sebuah sistem transportasi modern dan massal, tidak akan mungkin berhasil, jika jumlah kendaraan pribadi tidak dikurangi. Pemerintah bisa mengurangi kendaraan pribadi (sekaligus mengurangi emisi dan menghemat BBM) dengan jalan; pertama menaikkan pajak impor kendaraan mewah hingga 200%. Selain itu, pemerintah perlu untuk mempertimbangkan pajak progressif kepada orang-orang kaya dijakarta, sebagai solusi pembiayaan untuk pembangunan sistem transportasi. Pihak kepolisian juga harus aktif memburu dan membongkar sindikat penyelundupan mobil mewah dari luar negeri. Kedua Jalan yang lain untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi adalah pembatasan premium/BBM bagi jenis kendaraan pribadi di SPBU-SPBU. Ketiga membatasi penggunaan kendaraan plat merah diluar jam dinas/kantor, serta kewajiban kendaraan pribadi untuk jadi transportasi umum (seperti di Cuba).

Penggunaan sistem busway, selamanya tidak akan menjadi efektif, jika pemerintah tidak berani mengurangi porsi kendaraan pribadi di jalan raya. Pemerintah juga harus mengurangi tingkat penggunaan kendaraan bermotor dan pembuatan jalur khusus bagi kendaraan bermotor. Sistem transportasi publik harus ditanggung oleh Negara, sehingga dalam penyediaan pelayanan (service) bisa dengan harga lebih murah dan terjangkau oleh semua lapisan sosial masyarakat. Untuk langkah membangun sistem transportasi modern dan massal dimasa depan, pemerintah harus memfokuskan anggaran Dep. Perhubungan pada pembelian/pembuatan sistem transportasi seperti pembangunan BRT (bus rapid transit), MRT (mass rapid transit), atau subway (kereta bawah tanah).

Sumber pembiayaan untuk mewujudkan itu semua bisa diusahakan dari; pertama pemerintah harus berani untuk melakukan tindakan politik untuk penghapusan utang luar negeri (haircut debt), seperti yang dilakukan oleh pemerintahan Argentina dan Nigeria. Dilaporkan bahwa jumlah dari bunga (Rp 91 triliun) dan cicilan pokok (Rp 59,6 triliun ) utang yang harus dibayarkan oleh negara di tahun 2008 mencapai nilai 150-an trilyun rupiah. Kedua pemerintah bisa memacu penerimaan perusahaan pertambangan asing dengan jalan nasionalisasi atau skema bagi keuntungan yang seimbang, tidak merugikan pihak Indonesia. ketiga pemerintah memaksimalkan proses peradilan terhadap koruptor dan pengejaran hartanya untuk diserahkan kepada Negara, terutama soeharto dan kroninya. Keempat pemerintah harus berani menarik surat obligasi perbankan yang diselewengkan oleh obligor nakal. Kelima pemerintah menaikkan pajak impor kendaraan mewah dan pajak progressif bagi orang kaya.

Wah, dari bebrapa pendapat diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa penyebab utama stres yang paling banyak dialami  orang yang hidup di Jakarta adalah macet.

Sampai kapan ya ya kemacetan di Ibukota akan berakhir ?

Yeah, I don’t know.

Source :

http://jakartamacet.wordpress.com/

http://ezzelhague.multiply.com/journal/item/5

http://tnol.co.id/id/activites/5161-kereta-api-solusi-kemacetan-jakarta.html

http://treeatwork.blogspot.com/2010/07/tujuh-solusi-kemacetan-jakarta.html

http://lmnd.wordpress.com/2008/04/29/302/





PERMASALAHAN SOSIAL DI JAKARTA.

21 11 2010

Stress, kriminalitas, dan kemiskinan di Jakarta.

APA PENYEBABNYA ?

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta, Jakarta Raya) adalah ibu kota negara Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia, atau Jacatra (1619-1942), dan Djakarta (1942-1972).

Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² (lautan : 6.977,5 km²), dengan penduduk berjumlah 7.552.444 jiwa (2007)[4]. Wilayah metropolitan Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 23 juta jiwa, merupakan metropolitan terbesar di Indonesia atau urutan keenam dunia.

Jakarta berlokasi di sebelah utara Pulau Jawa, di muara Ci Liwung, Teluk Jakarta. Jakarta terletak di dataran rendah pada ketinggian rata-rata 8 meter dpl. Hal ini mengakibatkan Jakarta sering dilanda banjir. Sebelah selatan Jakarta merupakan daerah pegunungan dengan curah hujan tinggi. Jakarta dilewati oleh 13 sungai yang semuanya bermuara ke Teluk Jakarta. Sungai yang terpenting ialah Ci Liwung, yang membelah kota menjadi dua. Sebelah timur dan selatan Jakarta berbatasan dengan provinsi Jawa Barat dan di sebelah barat berbatasan dengan provinsi Banten.

Kepulauan Seribu merupakan kabupaten administratif yang terletak di Teluk Jakarta. Sekitar 105 pulau terletak sejauh 45 km (28 mil) sebelah utara kota.

Transportasi

Peta transportasi kota Jakarta

Di DKI Jakarta, tersedia jaringan jalan raya dan jalan tol yang melayani seluruh kota, namun perkembangan jumlah mobil dengan jumlah jalan sangatlah timpang (5-10% dengan 4-5%).

Menurut data dari Dinas Perhubungan DKI, tercatat 46 kawasan dengan 100 titik simpang rawan macet di Jakarta. Definisi rawan macet adalah arus tidak stabil, kecepatan rendah serta antrean panjang. Selain oleh warga Jakarta, kemacetan juga diperparah oleh para pelaju dari kota-kota di sekitar Jakarta seperti Depok, Bekasi, Tangerang, dan Bogor yang bekerja di Jakarta. Untuk di dalam kota, kemacetan dapat dilihat di Jalan Sudirman, Jalan Thamrin, Jalan Rasuna Said, dan Jalan Gatot Subroto terutama pada jam-jam pulang kantor.

Untuk melayani mobilitas penduduk Jakarta, pemerintah menyediakan sarana bus PPD. Selain itu terdapat pula bus kota yang dikelola oleh pihak swasta, seperti Mayasari Bhakti, Metro Mini, Kopaja, dan Bianglala. Bus-bus ini melayani rute yang menghubungkan terminal-terminal dalam kota, antara lain Pulogadung, Kampung Rambutan, Blok M, Kalideres, Grogol, Tanjung Priok, Lebak Bulus, dan Kampung Melayu.

Untuk angkutan lingkungan, terdapat angkutan kota seperti Mikrolet dan KWK, dengan rute dari terminal ke lingkungan sekitar terminal. Selain itu ada pula ojek, bajaj, dan bemo untuk angkutan jarak pendek. Tidak seperti wilayah lainnya di Jakarta yang menggunakan sepeda motor, di kawasan Tanjung Priok dan Jakarta Kota, pengendara ojek menggunakan sepeda ontel. Angkutan becak masih banyak dijumpai di wilayah pinggiran Jakarta seperti di Bekasi, Tangerang, dan Depok.

Transjakarta

Jalur Bus Transjakarta (Busway).

Sejak tahun 2004, Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah menghadirkan layanan transportasi umum yang dikenal dengan TransJakarta. Layanan ini menggunakan bus AC dan halte yang berada di jalur khusus. Saat ini ada delapan koridor Transjakarta yang telah beroperasi, yaitu :

  • Koridor 1 Blok M – Stasiun Kota
  • Koridor 2 Pulogadung – Harmoni
  • Koridor 3 Kalideres – Pasar Baru
  • Koridor 4 Pulogadung – Dukuh Atas
  • Koridor 5 Kampung Melayu – Ancol
  • Koridor 6 Ragunan – Latuharhary
  • Koridor 7 Kampung Rambutan – Kampung Melayu
  • Koridor 8 Lebak Bulus – Harmoni
  • Koridor 9 Pinang Ranti – Pluit (belum beroperasi)
  • Koridor 10 Cililitan – Tanjung Priok (belum beroperasi)

Kereta Listrik

Kereta api Listrik (KRL) Jabotabek

Selain bus kota, angkutan kota, dan bus Transjakarta, sarana transportasi andalan masyarakat Jakarta adalah kereta listrik atau yang biasa dikenal dengan KRL Jabotabek. Kereta listrik ini beroperasi dari pagi hari hingga malam hari, melayani masyrakat penglaju yang bertempat tinggal di seputaran Jabotabek. Ada beberapa jalur kereta listrik, yakni

  • Jalur Jakarta Kota – Bogor, lewat Gambir, Manggarai, Pasar Minggu, dan Depok
  • Jalur Jakarta Kota – Bekasi/Cikarang, lewat Pasar Senen, Jatinegara, dan Cakung
  • Jalur Jakarta Kota – Tangerang, lewat Angke, Cengkareng, dan Poris.
  • Jalur Jakarta Kota – Serpong, lewat Angke, Tanah Abang, dan Kebayoran Lama.
  • Jalur Tanah Abang – Bogor, lewat Sudirman, Manggarai, Pasar Minggu, dan Depok.
  • Jalur Tanah Abang – Bekasi, lewat Sudirman, Manggarai, Jatinegara, dan Cakung.
  • Jalur Tanjung Priok – Bekasi, lewat Pasar Senen, Jatinegara, dan Cakung.
  • Jalur Manggarai – Serpong, lewat Sudirman, Tanah Abang, Kebayoran Lama.
  • Jalur Lingkar, lewat Jakarta Kota, Pasar Senen, Jatinegara, Manggarai, dan Tanah Abang

Luar kota

Untuk ke kota-kota di Pulau Jawa, bisa dicapai dari Jakarta dengan jaringan jalan dan beberapa ruas jalan tol. Jalan tol terbaru adalah Jalan Tol Cipularang yang mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 1,5 jam. Selain itu juga tersedia layanan kereta api yang berangkat dari enam stasiun pemberangkatan di Jakarta. Untuk ke pulau Sumatera, tersedia ruas jalan tol Jakarta-Merak yang kemudian dilanjutkan dengan layanan penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni. Untuk ke luar pulau dan luar negeri, Jakarta memiliki satu pelabuhan laut di Tanjung Priok dan dua bandar udara.

Bandara yang terdapat di Jakarta adalah:

  • Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng Banten yang berfungsi sebagai pintu masuk utama ke Indonesia. Dari/ke bandara Soekarno Hatta, tersedia bus Damri yang mengantarkan penumpang dari/ke Gambir, Rawamangun, Blok M, Pasar Minggu, dan Kampung Rambutan.
  • Bandara Halim Perdanakusuma yang banyak berfungsi untuk melayani penerbangan kenegaraan.

Untuk mendukung laju mobilitas penduduk, Jakarta membangun sejumlah jalan tol yaitu Tol Dalam Kota, Tol Lingkar Luar, Tol Bandara, serta ruas tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Bogor-Ciawi, dan Jakarta-Merak, yang menghubungkan Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya. Selain itu, juga sedang dibangun ruas tol dalam kota yang menghubungkan Bekasi Utara-Cawang-Kampung Melayu. Pemerintah juga berencana membangun Tol Lingkar Luar tahap kedua yang melingkar dari Bandara Soekarno Hatta-Tangerang-Serpong-Cinere-Cimanggis-Cibitung-Tanjung Priok.

Pemda juga sedang membangun dua jalur monorel yaitu Green Line dan Blue Line, namun pembangunan monorel ini tidak berjalan lancar dan sering terhenti akibat berbagai masalah yang masih dihadapi konsorsium pembangunnya, PT Jakarta Monorail. Proyek ini diberi nama Monorel Jakarta. Pemerintah Daerah DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan pembangunan kereta bawah tanah (subway) yang dananya diperoleh dari pinjaman lunak negara Jepang. Untuk lintasan kereta api, pemerintah sedang menyiapkan double-double track pada jalur lintasan kereta api Manggarai-Cikarang. Selain itu juga, saat ini sedang direncanakan untuk membangun jalur kereta api dari Manggarai menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng.

Kependudukan

Tahun Jumlah penduduk
1870 65.000
1875 99.100
1880 102.900
1883 97.000
1886 100.500
1890 105.100
1895 114.600
1901 115.900
1905 138.600
1918 234.700
1920 253.800
1925 290.400
1928 311.000
1930 435.184
Tahun/Tanggal Jumlah penduduk
1940 533.000
1945 600.000
1950 1.733.600
1959 2.814.000
31 Oktober 1961 2.906.533
24 September 1971 4.546.492
31 Oktober 1980 6.503.449
31 Oktober 1990 8.259.639
30 Juni 2000 8.384.853
1 Januari 2005 8.540.306
1 Januari 2006 7.512.323
Juni 2007 7.552.444
2010 9.588.198 *

Jumlah penduduk Jakarta sekitar 7.512.323 (2006), namun pada siang hari, angka tersebut akan bertambah seiring datangnya para pekerja dari kota satelit seperti Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Depok. Kota/kabupaten yang paling padat penduduknya adalah Jakarta Timur dengan 2.131.341 penduduk, sementara Kepulauan Seribu adalah kabupaten dengan paling sedikit penduduk, yaitu 19.545 jiwa.

Etnis

Berdasarkan sensus penduduk tahun 1961, tercatat bahwa penduduk Jakarta berjumlah 2,9 juta yang terdiri dari orang Sunda sebanyak 32,85%, orang Jawa-Madura (25,4%), Betawi (22,9%), Tionghoa (10,1%), Minangkabau (2,1%), Sumatera Selatan (2,1%), Batak (1,0%), Sulawesi Utara (0,7%), Melayu (0,7%), Sulawesi Selatan (0,6%), Maluku dan Irian (0,4%), Aceh (0,2%), Banjar (0,2%), Nusa Tenggara Timur (0,2%), Bali (0,1%), dan keturunan asing lainnya (0,6%).[16]

Jumlah penduduk dan komposisi etnis di Jakarta berubah dari tahun ke tahun. Berdasarkan sensus penduduk tahun 2000, tercatat bahwa setidaknya terdapat tujuh etnis besar yang mendiami Jakarta. Suku Jawa merupakan etnis terbesar dengan populasi 35,16% penduduk kota. Populasi orang Jawa melebihi suku Betawi yang terhitung sebagai penduduk asli Jakarta. Orang Jawa banyak yang berprofesi sebagai pegawai negeri, buruh pabrik, atau pembantu rumah tangga. Etnis Betawi berjumlah 27,65% dari penduduk kota. Mereka pada umumnya berprofesi di sektor informal, seperti pengendara ojek, calo tanah, atau pedagang asongan. Pembangunan Jakarta yang cukup pesat sejak awal tahun 1970-an, telah banyak menggusur etnis Betawi ke pinggiran kota. Tanah-tanah milik orang Betawi di daerah Kemayoran, Senayan, Kuningan, dan Tanah Abang, kini telah terjual untuk pembangunan sentral-sentral bisnis.

Disamping orang Jawa dan Betawi, orang Tionghoa yang telah hadir sejak abad ke-17, juga menjadi salah satu etnis besar di Jakarta. Mereka biasa tinggal mengelompok di daerah-daerah pemukiman mereka sendiri, yang biasa dikenal dengan istilah Pecinan. Pecinan atau kampung Cina dapat dijumpai di Glodok, Pinangsia, dan Jatinegara. Namun kini banyak perumahan-perumahan baru yang mayoritas dihuni oleh orang Tionghoa, seperti perumahan di wilayah Kelapa Gading, Pluit, dan Sunter. Orang Tionghoa umumnya berprofesi sebagai pengusaha. Banyak diantara mereka yang menjadi pengusaha terkemuka, menjadi pemilik perusahaan manufaktur, perbankan, dan perdagangan ekspor-impor. Disamping etnis Tionghoa, etnis Minangkabau juga banyak yang berprofesi sebagai pedagang. Di pasar-pasar tradisional kota Jakarta, perdagangan grosir dan eceran banyak dikuasai oleh orang Minang. Disamping itu pula, banyak orang Minang yang sukses sebagai profesional, dokter, wartawan, dosen, bankir, dan ahli hukum.

Komposisi etnis kota Jakarta

Etnis Persentase
Jawa 35,16%
Betawi 27,65%
Sunda 15,27%
Tionghoa 5,53%
Batak 3,61%
Minangkabau 3,18%
Melayu 1,62%
Bugis 0,59%
Madura 0,57%
Banten 0,25%
Banjar 0,10%

*data berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2000

Banjir

Pembangunan tanpa kendali di wilayah hilir, penyimpangan peruntukan lahan kota, dan penurunan tanah akibat eksploitasi air oleh industri, menyebabkan turunnya kapasitas penyaluran air sistem sungai, yang menyebabkan terjadinya banjir besar di Jakarta.

Untuk memperbaiki keadaan, Jakarta membangun dua banjir kanal, yaitu Banjir Kanal Timur dan Banjir Kanal Barat. Banjir Kanal Timur mengalihkan air dari kali Cipinang ke arah timur, melalui daerah Pondok Bambu, Pondok Kopi, Cakung, sampai Cilincing. Sedangkan Banjir Kanal Barat yang telah dibangun sejak zaman kolonial Belanda, mengaliri air melalui Karet, Tanahabang, sampai Angke. Selain itu Jakarta juga memiliki dua drainase, yaitu Cakung Drain dan Cengkareng Drain.

LALU, APA PENYEBAB STRESS, KRIMINALITAS, DAN KEMISKINAN DI JAKARTA ?

Kehidupan kaum muda yang hidup di perkotaan seperti Jakarta saat ini makin rentan terhadap stres dan beresiko terserang berbagai penyakit seperti maag, jantung, pembuluh darah, dan penyakit berbahaya lainnya.

Tingkat stres hidup di perkotaan itu sangat tinggi, stres itu ada dua, stres pikiran dan stres tubuh.

Tata Ruang di Jakarta juga menjadi pemicu stress.

JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai kota metropolitan, Jakarta memiliki banyak masalah. Sebutlah banjir di musim hujan, krisis air tanah yang makin mengkhawatirkan, polusi udara yang tinggi, kemacetan lalu lintas, serta melonjaknya kaum urban di Jakarta. Dengan segala masalah ini, warga Jakarta lebih rentan terkena stres.

Stres menjadi salah satu gangguan kejiwaan yang sering dialami warga Jakarta. Berdasarkan riset dari Strategic Indonesia yang diungkapkan dalam talkshow “Carut Marut Kota Jakarta, Picu Tingkat Stres“, dari total jumlah pasien puskesmas se-Jakarta tahun 2007, warga Jakarta yang mendapat perawatan akibat stres mencapai sekitar 1,4 juta jiwa.

“Gejala tersebut bervariasi dari stres hingga berkembang jadi gangguan kejiwaan ringan sampai berat,” ujar Dr Ratna Mardiyati, SpKj, direktur Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan yang menjadi pembicara dalam talkshow, Kamis (1/10).

Bila dirunut lebih jauh, penyebab stres ini antara lain berakar pada carut marutnya tata ruang di Jakarta. Masalah lingkungan dan tata ruang kota yang tidak terbenahi memperburuk tingkat stres.

Menurut Firdaus Cahyadi, pengamat lingkungan hidup dari Satu Dunia, tata ruang kota Jakarta yang diatur dalam PerDa Jakarta No. 6 Tahun 1999 menjadikan Jakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pusat pemerintahan. Segala aktivitas ekonomi menuntut pemerintah untuk terus membangun kota Jakarta sebagai kawasan komersial.

“Berbagai kawasan komersial dan pusat perbelanjaan dibangun tanpa mempertimbangkan keseimbangan tata ruang kota Jakarta. Kawasan resapan air dan ruang terbuka hijau semakin sempit,” papar Firdaus dalam acara yang sama. “Rencana Induk Jakarta 1965-1985 yang memperuntukkan kawasan seluas 729 hektare sebagai lapangan hijau, kini diubah menjadi pusat perbelanjaan dan perkantoran di daerah Senayan.”

Akibat dari pembangunan tersebut, unsur-unsur penghasil oksigen berkurang, sehingga menjadikan masyarakat lebih sensitif dan mudah emosional. Masyarakat juga tidak mendapatkan ruang untuk bersantai dan bersosial, sehingga tak mengherankan gangguan kejiwaan makin meningkat.

Source :

http://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta

http://www.bkprn.org/depan.php?cat=3&&id=204





Pengaruh Social Network

21 11 2010

 

“ Social Network”

Bisa dibilang 5tahun terakhir ini adalah tahun berkembangnya social network. Dimulai dari Friendster yang menghubungkan jutaan umat di seluruh dunia, hingga fenomena yang saat ini menggemparkan dunia yaitu Facebook , Twitter, bahkan Koprol  yang merupakan hasil karya orang Indonesia dan diakuisisi oleh Yahoo. Jutaan informasi setiap detiknya melalui lalu lintas data di berbagai social network yang ada saat ini.

Apakah social network seperti facebook, twitter ,dan koprol ada hubungannya dengan sistem informasi ?

Tentu saja social network tersebut sangat erat hubunggannya dengan sistem informasi. Saya yakin anda semua sudah pernah menggunakan salah satu social network tersebut. Anda menuliskan apa yang ingin anda tulis. Dan itu dibaca oleh teman anda sehingga disitu terbentuklah informasi. Informasi tersebut dikomentari oleh teman anda juga sehingga teman anda menyampaikan informasi kepada anda juga.

Social networking sepertinya telah menjadi fenomena global. Facebook, Friendster, MySpace, Youtube dan lainya menjadi topik hangat di berbagai media di seluruh dunia selama dua tahun terakhir ini. Bahkan majalah Times memilih YOU (pengguna social media) sebagai Person of the Year tahun 2006. Namun, benarkah social media sudah mendunia dan menjadi aktivitas global? Untuk mengetahui hal tersebut lembaga riset Synovate melakukan riset di 17 negara, termasuk Indonesia, dengan 13 ribu responden usia 18-65 tahun. Hasilnya mengejutkan.

Pertama, masih banyak yang tidak tahu apa itu social media.

Synovate melakukan riset dengan pertanyaan pertama yang yang sederhana namun amat mendasar: “Do you know what online social networking is?”

Hasilnya tidak seperti yang dibayangkan banyak orang.  Ternyata hanya 42 persen yang tahu social networking. Sebagian besar lainnya, yang 58 persen masih gelap soal mahluk bernama social media.

Synnovate mengakui, hasil itu karena rentang usia responden sangat luas. Akan beda hasilnya jika respondennya hanya kawula muda.

Meski demikian, ada tiga negara yang sebagian besar warganya paham social networking. Yakni Belanda (89 persen), Jepang(71 persen) dan Amerika Serikat ( 70 persen).

Kedua, meski banyak lahir di Amerika Serikat, online social networking tidaklah US-centric.

Synovate kemudian melakukan studi lebih dalam untuk mengetahui siapa yang menjadi member online social media. Secara keseluruhan, 26 persen responden menyatakan sebagai pengguna social media. Namun prosentase terbesar bukan dari AS, negara yang melahirkan banyak situs social networking. Yang tertinggi, lagi-lagi, dari Belanda (49 persen). Kemudian disusul oleh Uni Emirat Arab (46 persen), Kanada (44 persen), baru kemudian AS (40 persen). Namun dari segi jumlah, tetap saja AS terbesar karena 40% dari jumlah penduduk yang amat besar.

Ketiga, satu orang bisa punya banyak situs online social networking.

Pertanyaan berikutnya yang dilempar Synovate adalah situs social networking apa yang dipunyai responden. Jawabannya beragam. Ada yang menyebut satu atau dua. Ada pula yang memiliki banyak. Nah, Uni Emirat Arab, India, Indonesia dan Bulgaria adalah negara-negara yang warganya membuka banyak account di situs social media.

Meski saya bukan responden, saya termasuk yang membuka account di lebih dari 10 social networking. Sebagian besar yang saya kenal di Internet pun memiliki lebih dari tiga situs social networking.

 

Didalam bersosial network, maka terjadi status sosial yang bagaimana ?

Mari kita pelajari dulu tentang status sosiall,

Korelasi Status Sosial

Latar Belakang
Perjalanan proses pembangunan tak selamanya mampu memberikan hasil sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat . Pembangunan yang dilakukan di masyarakat akan menimbulkan dampak sosial dan budaya bagi masyarakat. Pendapat ini pada berlandaskan pada asumsi pembangunan itu adalah proses perubahan (sosial dan budaya). Selain itu masyarakat tidak dapat dilepaskan dari unsur-unsur pokok pembangunan itu sendiri, seperti teknologi dan birokrasi.

Status Sosial

Para pakar ilmu sosial sedari dulu telah memberikan perhatian besar terhadap berbagai kajian yang bertalian dengan status sosial.
Status sosial adalah kedudukan, peranan, dan tanggung jawab seseorang dalam masyarakatnya. Status itu dikategorikan dalam dua bagian status karena seseorang mewarisi dari keturunannya (ascribed status), dan status sosial yang digenggam sebab prestasi yang diperoleh (achieved status). Kelompok ascribed status bertali temali dengan keturunan, kelahiran dan warisan yang mereka peroleh dari orang tua atau kakek buyut, dan tidak dibutuhkan jerih lelah untuk masuk dalam kategori ini. Dalam masyarakat sederhana, karakteristik ascribed status dipandang sebagai suksesi yang tidak pernah diperdebatkan.

Sebaliknya, orang yang dikelompokkan dalam kategori achieved status adalah orang yang harus berjerih lelah, untuk menghasilkan sesuatu yang diakui oleh masyarakat luas. Tidak dikenal paham suksesi, yang berlaku adalah usaha dan prestasi.

Fenomena dan realitas sosial serupa mencolok dalam masyarakat maju, di mana kontestasi merupakan syarat menuju puncak prestasi. Kedua model status sosial itu terpatri dalam benak masyarakat, diakui, diupayakan – kendati pun dicemooh – tetapi telah berlangsung berabad-abad dalam peradaban manusia. Untuk memahami eksistensi dua status sosial itu, kita mudah mencari, apakah kontribusi mereka bagi masyarakat dan lingkungan sosial pada zamannya.

Para bangsawan jelas dilacak dari keturunannya, peranan sosial yang mereka perankan; dan penghormatan yang mereka terima. Begitu juga dengan kelompok achieved status, manusia modern menyanjung dan menghormati prestasi,kontribusi pemikiran bagi kemanusiaan mereka, yang melintasi batas waktu, negara, etnis dan agama.

Sejak pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla menaikkan harga BBM pada tanggal 1 Oktober 2005,kehidupan kebanyakan warga negara Indonesia terkoyak gejolak ekonomi. Pengangguran bertambah, lapangan kerja minim, kualitas hidup menurun, harapan hidup masa depan buram dan hidup hari ini terhimpit krisis. Untuk ‘menolong’ anggota masyarakat yang digolongkan miskin, keluarlah kebijakan dana “Kompensasi BBM” sebesar Rp 17 triliun.

Akibat ikutannya, jumlah orang miskin meroket menjadi sekitar 15,5 juta hingga 15,7 juta jiwa. Fenomena yang menggelikan untuk dicermati adalah terjadinya perubahan perilaku masyarakat untuk terbuka mengaku dan diperlakukan sebagai miskin, agar memperoleh dana kompensasi BBM. Realitas sosial menyimpang ini dapat diartikulasikan sebagai berikut.

Pertama, untuk bertahan hidup, nilai sebagai manusia normal harus diperjualbelikan sekadar untuk Rp 100.000.
Kedua, niat baik pemerintah untuk membantu orang miskin, analog dengan membangun mentalitas miskin dan bergantung pada instansi lain
Ketiga, perubahan akal sehat sekonyong-konyong menjadi miskin, adalah bukti bahwa masyarakat kita sementara sakit menahun. Penyakit sosial ini berbahaya bagi sebuah bangsa, sebab warga masyarakat tertentu rela menyandang predikat ‘pengemis’.
Keempat, di Indonesia, kemiskinan menjadi sebuah fenomena baru, dan
tanpa disadari dikonstruksi oleh pemerintah dan masyarakat menjadi sebuah status sosial baru. Atau, kemiskinan akibat kebijakan pembangunan nasional selama ini, ikut membentuk mentalitas bangsa, dari sebuah bangsa yang kaya,menjadi bangsa yang lemah, cepat menyerah dan tidak akan malu mengaku diri miskin.

Gunnar Myrdal, pemenang hadiah Nobel ekonomi dari Swedia berkata “yang menjadi kewajiban kita untuk tidak hanya membebaskan cara berpikir kita sendiri, tetapi juga cara berpikir masyarakat umum dari lingkungan tradisionalisme”. Kemiskinan terakut bukan terletak pada aspek materi, tetapi terpatri pada pikiran manusia.

Hakikat Status Sosial Ekonomi

Di dalam kehidupan bermasyarakat terdapat pembeda posisi atau kedudukan seseorang maupun kelompok di dalam struktur sosial tertentu. Perbedaan kedudukan dalam masyarakat dalam sosiologi dikenal dengan istilah lapisan sosial. Lapisan sosial merupakan sesuatu yang selalu ada dan menjadi cirri yang umum di dalam kehidupan manusia.

Seorang sosiologi yang bernama Sorokin menyatakan bahwa lapisan sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (secara hirakris)
Sedangkan menurut sosiologi, lapisan sosial itu mempunyai dua pengertian, yaitu:
1) Lapisan sosial adalah tataran/tingkatan status dan peranan yang relatif bersifat tetap di dalam suatu sistem sosial, tataran di sini menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan hak, kehormatan, pengaruh dan kekuasaan.
2) Lapisan sosial adalah kelas sosial atau sistem kasta. Sistem kasta ini dapat dijumpai di
masyarakat Hindu Bali, yaitu adanya kelas-kelas sosial yang bertingkat-tingkat dari atas ke
bawah, yaitu:
a. Kasta Brahmana,
b. Kasta Kesatria,
c. Kasta Wesia, dan
d. Kasta Sudra (Dimyati Mahmud,1989:32)

 

Arti Definisi/Pengertian Status Sosial & Kelas Sosial – Stratifikasi/Diferensiasi Dalam Masyarakat

Dalam lingkungan masyarakat kita melihat bahwa ada pembeda-bedaan yang berlaku dan diterima secara luas oleh masyarakat. Di sekitar kita ada orang yang menempati jabatan tinggi seperti gubernur dan wali kota dan jabatan rendah seperti camat dan lurah. Di sekolah ada kepala sekolah dan ada staf sekolah. Di rt atau rw kita ada orang kaya, orang biasa saja dan ada orang miskin.

Perbedaan itu tidak hanya muncul dari sisi jabatan tanggung jawab sosial saja, namun juga terjadi akibat perbedaan ciri fisik, keyakinan dan lain-lain. Perbedaan ras, suku, agama, pendidikan, jenis kelamin, usia atau umur, kemampuan, tinggi badan, cakep jelek, dan lain sebagainya juga membedakan manusia yang satu dengan yang lain.

Beragamnya orang yang ada di suatu lingkungan akan memunculkan stratifikasi sosial (pengkelas-kelasan) atau diferensiasi sosial (pembeda-bedaan).

Arti Definisi / Pengertian Status Sosial :

Status sosial adalah sekumpulan hak dan kewajian yang dimiliki seseorang dalam masyarakatnya (menurut Ralph Linton). Orang yang memiliki status sosial yang tinggi akan ditempatkan lebih tinggi dalam struktur masyarakat dibandingkan dengan orang yang status sosialnya rendah.

Arti Definisi / Pengertian Kelas Sosial :

Kelas sosial adalah stratifikasi sosial menurut ekonomi (menurut Barger). Ekonomi dalam hal ini cukup luas yaitu meliputi juga sisi pendidikan dan pekerjaan karena pendidikan dan pekerjaan seseorang pada zaman sekarang sangat mempengaruhi kekayaan / perekonomian individu.

Arti Definisi / Pengertian Stratifikasi Sosial :

Stratifikasi sosial adalah pengkelasan / penggolongan / pembagian masyarakat secara vertikal atau atas bawah. Contohnya seperti struktur organisasi perusahaan di mana direktur berada pada strata / tingkatan yang jauh lebih tinggi daripada struktur mandor atau supervisor di perusahaan tersebut.

Arti Definisi / Pengertian Diferensiasi Sosial :

Diferensiasi sosial adalah pengkelasan / penggolongan / pembagian masyarakat secara horisontal atau sejajar. Contohnya seperti pembedaan agama di mana orang yang beragama islam tingkatannya sama dengan pemeluk agama lain seperti agama konghucu, budha, hindu, katolik dan kristen protestan.

Jenis-Jenis/Macam-Macam Status Sosial & Stratifikasi Sosial Dalam Masyarakat – Sosiologi

Definisi / pengertian dari status sosial, kelas sosial, stratifikasi sosial dan diferensiasi sosial telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya. Berikut di bawah ini adalah jenis-jenis atau macam-macam status sosial serta jenis / macam stratifikasi yang ada dalam masyarakat luas :

A. Macam-Macam / Jenis-Jenis Status Sosial

1. Ascribed Status
Ascribed status adalah tipe status yang didapat sejak lahir seperti jenis kelamin, ras, kasta, golongan, keturunan, suku, usia, dan lain sebagainya.

2. Achieved Status
Achieved status adalah status sosial yang didapat sesorang karena kerja keras dan usaha yang dilakukannya. Contoh achieved status yaitu seperti harta kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dll.

3. Assigned Status
Assigned status adalah status sosial yang diperoleh seseorang di dalam lingkungan masyarakat yang bukan didapat sejak lahir tetapi diberikan karena usaha dan kepercayaan masyarakat. Contohnya seperti seseorang yang dijadikan kepala suku, ketua adat, sesepuh, dan sebagainya.

B. Macam-Macam / Jenis-Jenis Stratifikasi Sosial

1. Stratifikasi Sosial Tertutup

Stratifikasi tertutup adalah stratifikasi di mana tiap-tiap anggota masyarakat tersebut tidak dapat pindah ke strata atau tingkatan sosial yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Contoh stratifikasi sosial tertutup yaitu seperti sistem kasta di India dan Bali serta di Jawa ada golongan darah biru dan golongan rakyat biasa. Tidak mungkin anak keturunan orang biasa seperti petani miskin bisa menjadi keturunan ningrat / bangsawan darah biru.

2. Stratifikasi Sosial Terbuka

Stratifikasi sosial terbuka adalah sistem stratifikasi di mana setiap anggota masyarakatnya dapat berpindah-pindah dari satu strata / tingkatan yang satu ke tingkatan yang lain.

Misalnya seperti tingkat pendidikan, kekayaan, jabatan, kekuasaan dan sebagainya. Seseorang yang tadinya miskin dan bodoh bisa merubah penampilan serta strata sosialnya menjadi lebih tinggi karena berupaya sekuat tenaga untuk mengubah diri menjadi lebih baik dengan sekolah, kuliah, kursus dan menguasai banyak keterampilan sehingga dia mendapatkan pekerjaan tingkat tinggi dengan bayaran / penghasilan yang tinggi.

Artikel menarik yang akan kita bahas,

Blackberry: Kebutuhan atau Status Sosial?

Saya tahu bahwa tulisan saya kali ini akan menuai pro – kontra karena saya tahu bahwa sebagian teman facebook saya adalah pengguna BB. Oke saya informasikan bahwa tulisan ini hanya contoh dari fenomena sosial, so baca sampai selesai ya sebelum komentar atau berpikir sesuatu terhadap tulisan ini🙂 (malu dong kalau salah tanggapan)

Pada awalnya, pada tahun 1996 perusahaan Kanada yang bernama Research in Motion atau mungkin banyak dari kita yang hanya mengetahuinya dengan nama RIM menciptakan sebuah gadget canggih yang bernama Blackberry. Blackberry yang pada hakikatnya bisa dikategorikan sebagai Handphone (telepon genggam), mempunyai 2 fasilitas andalan yang membedakannya dengan handphone biasa, yaitu fasilitas push email dan Blackberry PIN.

Fitur push email pada dasarnya adalah sebuah layanan yang memudahkan seseorang untuk mengakses email secara dengan kemampuan “always on”. Artinya anda tidak perlu repot-repot mengaktifkan fitur ini terlebih dahulu untuk memeriksa email account anda karena gadget anda selalu online untuk memberitahu apakah ada email baru atau tidak. Kelebihan Blackberry pada fitur push email, seperti yang ditulis dalam The Wall Street Journal edisi 13 Agustus 2010, adalah kemudahannya untuk digunakan, yaitu akses instant pada saat ada email masuk. Sehingga sang penerima email tidak perlu menunggu beberapa saat sebelum notifikasi email muncul dalam Blackberry-nya.

Sedangkan fitur Blackberry PIN adalah fitur tambahan yang cenderung lebih untuk “menghemat” pulsa anda. Dengan Blackberry PIN walaupun jumlah pulsa anda 0 rupiah, anda tetap bisa ber-BB ria dengan sesama pengguna Blackberry dimanapun anda berada. Ya sebenarnya fitur ini sih tidak begitu signifikan seperti fitur push email Blackberry karena sekarang banyak operator (bahkan hampir semua) yang menyediakan paket-paket SMS baik itu dengan pendaftaran ataupun tanpa pendaftaran yang murahnya luar biasa.

Saya yakin sebagian besar pembaca tahu bahwa tujuan awal di ciptakannya Blackberry adalah fitur Push emailnya. Bisa dibilang juga bahwa fitur ini lah yang membedakan antara Blackberry dengan HP lain seperti Nokia, Motorola, Sony Ericsson dan lain sebagainya. Dan yang jadi pertanyaan yang cukup menggelitik saya adalah “Apakah sebegitunya banyaknya orang Indonesia yang memanfaatkan email sebagai sarana komunikasi utama mereka?”.

Berdasarkan data dari Asosiasi Telepon Seluler Indonesia, jumlah pengguna BB di Indonesia mencapai 1 juta pelanggan (Maret 2010). Dan jumlah pengguna internet di Indonesia (termasuk didalamnya pengguna email, facebook dan lain sebagainya) adalah 45 juta pengguna (Kementrian Komunikasi). Jadi dapat kita ketahui bahwa setiap 45 pengguna internet (tidak perduli anda hanya menyewa di warnet atau sekedar OL di HP) maka 1 orangnya adalah pengguna Blackberry.

Sekarang kita lihat, berapa banyak sih orang yang “melek” internet di Indonesia yang menjadikan email sebagai mata pencahariannya? Seberapa banyak orang di Indonesia yang mempunyai urgensi sedemikian tinggi atas cepatnya akses terhadap emailnya? Si penulis sendiri yang sebagian besar pendapatannya & kepentingan organisasinya saja bergantung pada email tidak memerlukan Blackberry.

Secara mengejutkan, tahun 2010 ini Indonesia diprediksikan akan menjadi Negara dengan pengguna Blackberry terbesar di dunia. Sangat mengejutkan menurut saya karena dengan cepatnya kita sanggup mengalahkan A.S dan Negara-negara Eropa lainnya. Amerika Serikat contohnya, dengan jumlah pengguna internet tahun 2010 yang mencapai angka 230 juta pengguna (yang bahkan lebih banyak dari penduduk Indonesia), hanya sekitar 1,3-1,5 juta orang saja yang menggunakan Blackberry (detik.com).

Bisa kita lihat bersama bahwa ada ketidakseimbangan yang begitu besar antara pengguna BB di Indonesia & A.S: Indonesia dengan pengguna Internet “hanya” 45 juta orang, mempunyai pengguna BB sebanyak satu juta orang. Amerika Serikat dengan pengguna internet mencapai 230 juta orang (atau sekitar lima kali lipat pengguna internet Indonesia) justru hanya mempunyai pemakai BB sebesar 1,3-1,5 juta pengguna.

Hal diatas menunjukkan bahwa ada kecenderungan “penggunaan tanpa pemanfaatan” (using without utilization) oleh banyak pengguna BB di Indonesia. Namun tetap menjadi tanda tanya kenapa Indonesia bisa menjadi pengguna BB terbesar di dunia?

Dengan asumsi dasar bahwa motivasi hakiki seseorang menggunakan BB adalah fitur Push emailnya (sesuai dengan tujuan dasar RIM menciptakan BB), maka adalah suatu hal yang janggal bilamana pada kenyatannya terdapat banyak orang yang tidak memanfaatkan fitur tersebut, maka patut dipertanyakan motivasinya menggunakan BB. Di dalam pandangan saya hanya ada satu motivasi yang menjadi factor utama pengguna Blackberry (selain karena kebutuhan push email tentunya) yaitu menaikkan status sosial.

Michael Marmot (2004) dalam bukunya The Status Syndrome: How Social Standing Affects Our Health and Longevity disebutkan bahwa sudah menjadi kodrat seseorang (human nature) untuk senantiasa memperoleh status sosial yang lebih tinggi daripada umumnya. Dan seringkali dalam memperoleh status sosial yang lebih baik seseorang rela mengorbankan apapun seperti kesehatan, orang yang dicintai, perasaan, kemampuan ekonomi dan lain sebagainya. Tidak ada yang aneh tentang hal ini, maka dari itulah mengapa meningkatkan status sosial tidak dikategorikan dalam penyimpangan sosial (social distortion).

Begitupun halnya dengan para pengguna BB yang sekedar mengikuti trend atau high life style. Mereka selaku manusia normal yang menginginkan status sosial yang tinggi bisa mencapainya melalui pencapaian atas symbol status. Cherrington, David J. (1994) dalam bukunya Organizational Behavior menjelaskan bahwa kepemilikan barang/akses terhadap sesuatu hal tertentu oleh seseorang dapat menaikkan status sosial orang yang bersangkutan. Biasanya barang-barang yang dianggap sebagai symbol status adalah barang-barang mewah, mencakup seperti kendaraan pribadi, jam tangan, personal gadget (termasuk BB) dan lain sebagainya.

Yang menjadi masalah dan bisa disebut sebagai penyimpangan sosial adalah saat kodrat manusia atas pencapaian status sosial diimplementasikan secara berlebih. Menurut James W. Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi. Dan orang-orang yang melakukan pengejaran atas status sosial secara berlebihan biasa disebut Social Status Climber. Orang-orang ini, seperti yang telah tersebutkan sedikit diatas, adalah orang yang rela menggadaikan atau mengorbankan apapun untuk mencapai status sosial yang lebih tinggi. Hal ini dapat membawa dampak negatif terhadap dirinya sendiri dan orang lain disekitarnya, bahkan dalam level lebih tinggi bila dilakukan secara kolektif oleh sebagian besar anggota komunitas tertentu (contohnya adalah dalam tingkat Negara) maka hal tersebut akan membawa distorsi struktur pada organisasi/komunitas tersebut.

Contohnya: Ada seorang remaja SMA berusia 17 tahun. Dia tinggal bersama kedua orang tua yang mempunyai kemampuan ekonomi menengah kebawah. Si anak ini melihat di sekolah nya banyak teman-temannya yang sudah menjadi pengguna BB. Si anak ini kemudian iri dan dia juga ingin mempunyai BB seperti milik teman-temannya. Dia tahu bahwa kedua orang tuanya akan sangat merasa kesulitan untuk membelikannya sebuah Blackberry baru, namun ternyata si anak ini tidak mau tahu dan memaksa kedua orang tuanya memberikan sebuah BB. Akhirnya dibelikanlah si anak ini BB baru yang harganya sekitar 4,5 juta rupiah dan bahagialah si anak karena dia bisa ikut menjadi anak “gaul” disekolahnya. Lalu apa fungsi BB bagi si anak ini? Tidak ada sebenarnya karena pemanfaatan BB oleh si anak remaja ini sama saja bila dia menggunakan Nokia 3315 atau mungkin yang lebih canggih sedikit Nokia N70. Nilai yang dia dapatkan hanyalah posisi status sosialnya yang naik secara semu. Saya katakan semu karena dibalik kepemilikannya atas BB, keluarganya kemungkinan mengalami masalah financial untuk makan atau bahkan untuk membayar uang sekolah si anak tersebut yang tingkat urgensitas jauh diatas hak kepemilikan atas BB.

Kesimpulan saya mengenai sosial network adalah hubungan sosial dimana manusia berhubangan sosial tidak hanya di lingkungan nyata. Tapi manusia sekarang ini lebih suka berhubungan di dunia maya yaitu melalui social network yanga dihubungkan oleh jaringan internet. Memang menimbulkan efek negatif dan efek postif. Tapi hal itulah yang terjadi saat ini dan masa yang akan datang.

source :

http://id.shvoong.com/humanities/1969964-korelasi-status-sosial/#

http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-status-sosial-kelas-sosial-stratifikasi-diferensiasi-dalam-masyarakat

 

 

 





ILMU dan PENGETAHUAN

27 10 2010

Apakah itu ilmu ? Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan ?

Apa beda antara ilmu dan pengetahuan ?

Apa jadinya pengetahuan tanpa ilmu ?

merujuk kepada kefahaman manusia terhadap sesuatu perkara, yang mana ia merupakan kefahaman yang sistematik dan diusahakan secara sedar. Pada umumnya, ilmu mempunyai potensi untuk dimanfaatkan demi kebaikan manusia.

Biasanya, ilmu adalah hasil daripada kajian trhadap sesuatu perkara. Dalam hal ini, ilmu sendiri juga boleh menjadi sasaran kajian dan menghasilkan apa yang dikenali sebagai “ilmu mengenai ilmu”, yakni epistemologi.

Ciri-ciri Ilmu
Ilmu adalah sebahagian daripada aspek kognitif yang terdapat dalam diri manusia. Maka dengan itu ilmu adalah berkaitan dengan aspek kognitif manusia yang lain seperti pengetahuan, pengalaman, dan juga perasaan. Tetapi pada masa yang sama, ilmu adalah berbeza dengan perkara-perkara ini dan ciri-cirinya adalah seperti berikut:

Ilmu boleh dipertuturkan
Ciri ini membezakan ilmu dengan perasaan dan pengalaman. Contohnya, sesetengah “pengalaman diri” seperti mimpi adalah sukar dipertuturkan melalui bahasa. Tetapi bagi ilmu, ia haruslah sesuatu yang dapat dipertuturkan melalui bahasa.
Ilmu mempunyai nilai kebenaran
Sesuatu yang digelar sebagai ilmu biasanya dianggap benar. Ciri ini membezakan pengucapan ilmu dengan pengucapan sasastera yang biasanya mengandungi unsur-unsur tahayul.
Ilmu adalah objektif
Ciri ini bermaksud bahawa ilmu adalah sesuatu yang tidak dapat diubah menurut keinginan ataupun kesukaan seseorang individu.
Ilmu diperolehi melalui kajian
Ilmu adalah hasil daripada kajian. Ia bukanlah sesuatu rekaan. Ilmu mengenai cara memeroleh ilmu itu dikenali sebagai perkaedahan penyelidikan ilmiah
Kandungan Ilmu sentiasa bertambah
Ilmu adalah sentiasa berada dalam proses pertemabahan, pemantapan dan penyempurnaan.

Penjenisan Ilmu
Ilmu boleh dibahagikan kepada beberapa jenis menurut kriteria yang tertentu. Pada masa kini, ilmu lazimnya dibahagi kepada 3 kategori yang besar yakni:

Sains Fizikal
Fizik
Kimia
Biologi
Perubatan
Farmasi
Kejuruteraan
Matematik
Astronomi
Lain-lain lagi
Sains Sosial
Sosiologi
Antropologi
Geografi Manusia
Sejarah
Politik
Perundangan
lain-lain
Sains Kemanusiaan
Bahasa
Falsafah
Seni
kesusasteraan
lain-lain
Penjenisan ilmu dengan cara ini adalah diterima oleh masyarakat umum. Dalam penjenisan ini, sains tabii mewakili bidang ilmiah yang mengkaji benda-benda fizikal semula jadi, yakni benda-benda yang bukan dicipta oleh manusia. Manakala sains sosial pula merupakan bidang ilmiah yang mengkaji masyarakat manusia yang merupakan sesuatu yang terbina oleh manusia sendiri tetapi pada masa yang sama juga merupakan sesuatu yang objektif kepada manusia. Manakala sains kemanusiaan pula, adalah mengkaji perkara-perkara yang dicipta oleh kreativiti manusia semata-mata.

Pengkelompokan ilmu kepada 3 kelompok seperti apa yang dilakukan di atas , merupakan klasifikasi ilmu yang dibuat oleh Universiti Harvard pada tahun 1928. Di samping klasifikasi ilmu ini, terdapat juga sarjana yang membuat klasifikasi ilmu dengan cara sendiri, contohnya Philip Phoenix telah membahagikan ilmu kepada 6 pola yakni:

Simbolik
Contoh: Matematik, Bahasa
Empiriks
Contoh: Fizik, Kimia, Biologi
Estetik
Contoh: Seni, Muzik
Etik
Contoh: Moral
Sinetik
Contoh: Pengetahuan Individu
Sinoptik
Contoh: Sejarah, Agama, Falsafah

ilmu adalah akan kau temukan dengan akal yang di gunakan untuk berfikir….dengn iqra….iqra..dan iqra..itulah wahyu pertama yg diturunkan Allah kepada nabi Muhammad SAW.
dengan ilmu pula Allah meninggikan derajat manusia setingkat lebih tinggi,,maka jadilah manusia khalifah di bumi ini yang di lengkapi dengan akal dan nafsu..maka tugas kita adlaah bagaimana supaya akal dapat mengendalikan nafsu…bukan nafsu yg mengendalikan akal…
semoga kita tremasuk ke dalam golongan orang2 yg berfikir….dan menemukan Allah dengan cara berdzikir….semoga ilmu ini mengantarkan kita ke syurgaNya.
Amin…

Etimologi

Kata ilmu dalam bahasa Arab “ilm[3] yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan lain sebagainya.

[sunting] Syarat-syarat ilmu

Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus dimana seseorang mengetahui apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu[4]. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu.

  1. Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, dan karenanya disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
  2. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
  3. Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
  4. Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.

Pemodelan, teori, dan hukum

Istilah “model“, “hipotesis“, “teori“, dan “hukum” mengandung arti yang berbeda dalam keilmuan dari pemahaman umum. Para ilmuwan menggunakan istilah model untuk menjelaskan sesuatu, secara khusus yang bisa digunakan untuk membuat dugaan yang bisa diuji oleh percobaan/eksperimen atau pengamatan. Suatu hipotesis adalah dugaan-dugaan yang belum didukung atau dibuktikan oleh percobaan, dan Hukum fisika atau hukum alam adalah generalisasi ilmiah berdasarkan pengamatan empiris.

Pengetahuan

Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.

Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal.Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.

Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan dan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulangkali. Misalnya, seseorang yang sering dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan tentang manajemen organisasi.

Selain pengetahuan empiris, ada pula pengetahuan yang didapatkan melalui akal budi yang kemudian dikenal sebagai rasionalisme. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori; tidak menekankan pada pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika, hasil 1 + 1 = 2 bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris, melainkan melalui sebuah pemikiran logis akal budi.

Pengetahuan tentang keadaan sehat dan sakit adalah pengalaman seseorang tentang keadaan sehat dan sakitnya seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut bertindak untuk mengatasi masalah sakitnya dan bertindak untuk mempertahankan kesehatannya atau bahkan meningkatkan status kesehatannya. Rasa sakit akan menyebabkan seseorang bertindak pasif dan atau aktif dengan tahapan-tahapannya.

Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya:

  • Pendidikan

Pendidikan” adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan manusia.

  • Media

Media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Jadi contoh dari media massa ini adalah televisi, radio, koran, dan majalah.

  • Keterpaparan informsi

pengertian informasi menurut Oxfoord English Dictionary, adalah “that of which one is apprised or told: intelligence, news”. Kamus lain menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui. Namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Selain itu istilah informasi juga memiliki arti yang lain sebagaimana diartikan oleh RUU teknologi informasi yang mengartikannya sebagai suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memanipulasi, mengumumkan, menganalisa, dan menyebarkan informasi dengan tujuan tertentu. Sedangkan informasi sendiri mencakup data, teks, image, suara, kode, program komputer, databases . Adanya perbedaan definisi informasi dikarenakan pada hakekatnya informasi tidak dapat diuraikan (intangible), sedangkan informasi itu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh dari data dan observasi terhadap dunia sekitar kita serta diteruskan melalui komunikasi

Kalau menurutku ilmu pengetahuan itu dalam memiliki padanan dalam bahasa Inggris adalah “Science”. sementara pengetahuan padanan dalam bahasa Inggrisnya adalah “knowledge”. Jadi sebenarnya beda antara pengetahuan dengan ilmu pengetahuan. Hanya karena ada kata “pengetahuan” dalam ilmu pengetahuan, kebanyakan orang menyamartikan antara pengetahuan dengan ilmu pengetahuan.
Kalau pengetahuan sederhananya adalah “akumulasi pengalaman dan kesadaran yang dimiliki manusia”. Dan, ini belum bisa disebut ilmu pengetahuan. kenapa? karena prinsip-prinsip ilmu belum kelihatan dalam pengetahuan. Misal, kalau di penghujung musim hujan kita sering mendengar suara serangga di pagi menjelang siang, dan kita menyimpulkan bahwa itu menandakan akan berganti musim ke musim kemarau… itu adalah baru pengetahuan.

Sementara itu, kalau ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang diorganisasi melalui disiplin yang ketat dalam metodologi, seringkali perlu diuji dan dieksperimentasi, dicari korelasinya dan kemudian dirumuskan berbagai preposisi, digeneralisir dan lahirlah teori atau kaidah-kaidah.
Misal, kalu kita terus mempelajari mengapa serangga menjadi sering “bernyanyi” ketika musim hujan mau berakhir lalu kita teliti dengan melibatkan unsur pengetahuan yang lain tentang pergantian musim dan kemudian dirumuskan dalam preposisi-preposisi yang logis menjadi sebuah teori itu baru disebut ilmu pengetahuan.

ilmu pengetahuan dasar

1. DEFINISI
o Menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Depdikbud 1988)
o memiliki dua pengertian, yaitu :
o 1. Ilmu diartikan sebagai suatu pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerapkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) tersebut, seperti ilmu hukum, ilmu pendidikan, ilmu ekonomi dan sebagainya.
o 2. Ilmu diartikan sebagai pengetahuan atau kepandaian, tentang soal duniawi, akhirat, lahir, bathin, dan sebagainya, seperti ilmu akhirat, ilmu akhlak, ilmu bathin, ilmu sihir, dan sebagainya.
o Dari pengertian diatas dapat disimpulkan :
o Ilmu : merupakan kumpulan pengetahuan yang disusun secara sistematis, dengan menggunakan metode-metode tertentu.
2. Lanjutan . . . KARAKTERISTIK ILMU
o Menurut Randall dan Buchker (1942) mengemukakan beberapa ciri umum ilmu diantaranya :
§ 1. Hasil ilmu bersifat akumulatif dan merupakan milik bersama.
§ 2. Hasil ilmu kebenarannya tidak mutlak dan bisa terjadi kekeliruan karena yang menyelidiki adalah manusia.
§ 3. Ilmu bersifat obyektif, artinya prosedur kerja atau cara penggunaan metode ilmu tidak tergantung kepada yang menggunakan, tidak tergantung pada pemahaman secara pribadi.
Menurut Ernest van den Haag (Harsojo, 1977), mengemukakan ciri-ciri ilmu, yaitu : 1. Bersifat rasional, karena hasil dari proses berpikir dengan menggunakan akal (rasio). 2. Bersifat empiris, karena ilmu diperoleh dari dan sekitar pengalaman oleh panca indera. 3. Bersifat umum, hasil ilmu dapat dipergunakan oleh manusia tanpa terkecuali. 4. Bersifat akumulatif, hasil ilmu dapat dipergunakan untuk dijadikan objek penelitian selanjutnya.

3. PERBEDAAN DAN PERSAMAAN ILMU DENGAN FILSAFAT
o Perbedaan
o Ilmu bersifat analisis dan hanya menggarap salah satu pengetahuan sebagai objek formalnya. filsafat bersifat pengetahuan sinopsis artinya melihat segala sesuatu dengan menekankan secara keseluruhan, karena keseluruhan memiliki sifat tersendiri yang tidak ada pada bagian – bagiannya.
o Ilmu bersifat deskritif tentang objeknya agar dapat menemukan fakta – fakta, netral dalam arti tidak memihak pada etnik tertentu. Filsafat tidak hanya menggambarkan sesuatu, melainkan membantu manusia untuk mengambil putusan – putusan tentang tujuan, nilai –nilai, dari tentang apa –apa yang harus diperbuat manusia. Filfat tidak netral, karena faktor – faktor subjektif memegang peranan yang penting dalam berfilsafat.
o Ilmu mengawali kerjanya dengan bertolak dari suatu asumsi yang tidak perlu diuji, sudah diakui dan diyakini kebenarannya. Filsafat bisa merenungkan kembali asumsi –asumsi yang telah ada untuk dikaji ulang tentang kebenaran asumsi.
o Ilmu menggunakan eksperimentasi terkontrol sebagai metode yang khas. Verifikasi terhadap teori dilakukan dengan jalan menguji dalam praktik berdasarkan metode –metode ilmu yang empiris. Selain menghasilkan suatu konsep atau teori, filsafat juga menggunakan hasil – hasil ilmu, dilakukan dengan menggunakan akal pikiran yang didasarkan pada semua pengalaman insani,sehingga dengan demikian filsafat dapat menelaah yang tidak dicarikan penyelesaianya oleh ilmu
4. Lanjutan . . .

o Persamaan
o 1. Filsafat dan ilmu, keduanya menggunakan metode berpikir reflektif ( refflectife thinking ) dalam menghadapi fakta-fakta dunia dan hidup.
2. Filsafat dan ilmu, keduanya tertarik terhadap pengetahuan yang terorganisasi dan tersusun secara sistematis. 3. Ilmu membantu filsafat dalam mengembangkan sejumlah bahan- bahan deskriktif dan faktual serta esensial bagi pemikiran filsafat. 4. Ilmu mengoreksi filsafat dengan jalan menghilangkan sejumlah ide-ide yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah 5. Filsafat merangkum pengetahuan yang terpotong-potong, yang menjadikan beraneka macam ilmu dan yang berbeda serta menyusun bahan-bahan tersebut kedalam suatu pandangan tentang hidup dan dunia dan menyeluruh dan terpadu.
5. HUBUNGAN ILMU DENGAN FILSAFAT
o Dasar manusia mencari dan menggali ilmu pengetahuan bersumber kepada tiga pertanyaan. Sementara filsafat ,memepelajari masalah ini sedalam-dalamnya dan hasil pengkajianya merupakan dasar bagi eksistensi ilmu. Untuk mengingatkan ketiga pertanyaan itu adalah:
o 1. Apa yang ingin kita ketahui? 2. Bagaimana cara kita memeperoleh pengetahuan?; dan 3. Apakah nilai (manfaat) pengetahua tersebut bagi kita?
6. P ertanyaan pertama di atas merupakan dasar pembahasan dalam filsafat dan biasa disebut dengan ONTOLOGI , pertanyaan kedua juga merupakan dasar lain dari filsafat, disebut dengan EPISTEMOLOGI dan pertanyaan terakhir merupakan landasan lain dari filsafat yang disebut dengan AXIOLOGI. Ketiga hal di atas merupakan landasan bagi filsafat dalam membedah setiap jawaban dan seterusnya membawa kepada hakekat buah pemikiran tersebut. Hal ini juga berlaku untuk ilmu pengetahuan, kita mempelajari ilmu ditinjau dari titik tolak yang sama untuk mendapatkan gambaran yang sedalam-dalamnya. Lanjutan . . .
7. ASPEK PENINJAUAN ILMU
o 1. ONTOLOGIS (MASALAH APA)
o Apakah yang ingin kita ketahui? Atau apakah yang menjadi bidang telaah suatu ilmu ?
8. JENIS – JENIS ILMU
o Menurut Aristoteles ilmu diklarifikasikan berdasarkan tujuan dan objeknya.
o Berdasarkan tujuan ilmu dapat dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu :
o Ilmu – ilmu teoritis yang penyelidikannya bertujuan memperoleh pengetahuan tentang kenyataan.
o 2. Ilmu – ilmu praktis atau produktif yang penyelidikannya bertujuan menjelaskan perbuatan yang berdasarkan pada pengetahuan.
9. ASPEK PENINJAUAN ILMU
o 1. ONTOLOGIS (MASALAH APA)
o Apakah yang ingin kita ketahui? Atau apakah yang menjadi bidang telaah suatu ilmu ?
10. Lanjutan . . .
o Untuk memperoleh kebenaran, perlu dipelajari teori-teori kebenaran. Beberapa alat/tools untuk memperoleh atau mengukur kebenaran ilmu pengetahuan adalah sbb. :
§ Rationalism; Penalaran manusia yang merupakan alat utama untuk mencari kebenaran
§ Empirism; alat untuk mencari kebenaran dengan mengandalkan pengalaman indera sebagai pemegang peranan utama
§ Logical Positivism; Menggunakan logika untuk menumbuhkan kesimpulan yang positif benar
§ Pragmatism; Nilai akhir dari suatu ide atau kebenaran yang disepakati adalah kegunaannya untuk menyelesaikan masalah-masalah praktis.
Ilmu pengetahuan merupakan sesuatu yang dinamis , tersusun sebagai teori-teori yang saling mengeritik, mendukung dan bertumpu untuk mendekati kebenaran
11. Teori
o Teori merupakan pengetahuan ilmiah mencakup penjelasan mengenai suatu sektor tertentu dari suatu disiplin ilmu, dan dianggap benar
o Teori biasanya terdiri dari hukum-hukum, yaitu : pernyataan ( statement ) yang menjelaskan hubungan kausal antara dua variabel atau lebih
o Teori memerlukan tingkat keumuman yang tinggi, yaitu bersifat universal supaya lebih berfungsi sebagai teori ilmiah
o Tiga syarat utama teori ilmiah :
§ Harus konsisten dengan teori sebelumnya
§ Harus cocok dengan fakta-fakta empiris
§ Dapat mengganti teori lama yang tidak cocok dengan pengujian empiris dan fakta
12.
o Beberapa istilah yang biasa digunakan dalam komunikasi ilmu pengetahuan :
§ Axioma
§ pernyataan yang diterima tanpa pembuktian karena telah terlihat kebenarannya
§ Postulat
§ suatu pernyataan yang diterima “benar” semata-mata untuk keperluan berkomunikasi
§ Presumsi
§ suatu pernyataan yang disokong oleh bukti atau percobaan-percobaan, meskipun tidak konklusif dianggap sebagai benar walaupun kemungkinannya tinggi bahwa pernyataan itu benar
§ Asumsi
§ suatu pernyataan yang tidak terlihat kebenarannya maupun kemungkinan benar tidak tinggi
13. Filsafat Ilmu Pengetahuan selalu memperhatikan : dinamika ilmu, metode ilmiah, dan ciri ilmu pengetahuan.
o Dinamis : dengan aktivitas/perkembangan pengetahuan sistematik dan rasional yang benar sesuai fakta
o dengan prediksi dan hasil
o ada aplikasi ilmu dan teknologi, dinamika perkembangan karena ilmu pengetahuan bersimbiose dengan teknologi
o Metode Ilmiah : dengan berbagai ukuran riset yang disesuaikan.
o Ciri Ilmu : perlu memperhatikan dua aspek, yaitu : sifat ilmu dan klasifikasi ilmu
14. Lanjutan . . . Sistematik Ilmiah, benar (pembuktian dengan metode ilmiah Salah satu Klasifikasi Ilmu : Sifat ilmu Konsisten (antara teori satu dengan yang lain tak bertentangan) Eksplisit (disepakati dapat secara universal, bukan hanya dikalangan kecil) Ilmu Pengetahuan Ilmu Alam (Natural Wissenschaft) Ilmu Alam / Eksakta Ilmu Moral Ilmu Sosial Ilmu Humaniora
15. ASPEK AKSIOLOGI Tujuan dasarnya : menemukan kebenaran atas fakta “yang ada” atau sedapat mungkin ada kepastian kebenaran ilmiah Contohnya : Pada Ilmu Mekanika Tanah dikatakan bahwa kadar air tanah mempengaruhi tingkat kepadatan tanah tersebut. Setelah dilakukan pengujian laboratorium dengan simulasi berbagai variasi kadar air ternyata terbukti bahwa teori tersebut benar.


Ilmu menurut pendapat lain

Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia [1]. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya[2].
Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi sesuai untuk menjadi perawat.
Bapak Ilmu Pengetahuan

Ahli filsafat terbesar di dunia sepanjang zaman, bapak peradaban Barat, bapak ensiklopedi, bapak ilmu pengetahuan, atau guru(nya) para ilmuwan adalah berbagai julukan yang diberikan pada ilmuan ini. Berbagai temuannya seperti logika yang disebut juga dengan ilmu mantik yaitu pengetahuan tentang cara berpikir dengan baik, benar, dan sehat, membuat namanya begitu dikenal oleh setiap orang di seluruh dunia yang pernah mengecap pendidikan.

Begitu juga dengan biologi, fisika, botani, astronomi, kimia, meteorologi, anatomi, zoologi, embriologi, dan psikologi eksperimental merupakan temuannya juga. Penemuan-penemuan yang

Sudah 2.000 tahun lebih, namun istilah-istilah yang dipakainya pada berbagai ciptaan atau temuannya masih dipakai sampai sekarang, seperi: informasi, relasi, energi, kuantitas, kualitas, individu, substansi, materi, esensi, dan sebagainya. Disamping itu, ia juga seorang pengarang yang telah menghasilkan lebih dari 50 buah buku yang semuanya dilengkapi dengan uraian yang sistematis, jelas, dan dalam.

Pria yang lahir di Stagirus, Macedonia, pada tahun 384 sM, inilah orang pertama di dunia yang dapat membuktikan bahwa bumi bulat. Pembuktian yang dilakukannya dengan jalan melihat gerhana.

Sepuluh jenis kata seperti yang dikenal orang saat ini seperti; kata kerja, kata benda, kata sifat, dan sebagainya merupakan pembagian kata hasil pemikirannya. Dia jugalah yang mengatakan bahwa “manusia adalah makhluk sosial”, bahwa “tiap pernyataan harus dibuktikan kebenarannya”, bahwa “kunci pengetahuan adalah logika”, dan “dasar pengetahuan adalah fakta”.

Aristoteles adalah ilmuan yang religius. Ia sangat percaya akan kuasa Tuhan. “Semua yang bergerak di alam semesta ini bergerak menuju Tuhan” katanya. Maka, “orang yang ingin bahagia harus berbuat baik sebanyak-banyaknya”, katanya lagi.

Ayahnya yang bernama Nicomachus, seorang dokter di istana Amyntas III, raja Macedonia, kakek Alexander Agung, meninggal ketika Aristoteles berusia 15 tahun. Karenanya, ia kemudian dipelihara oleh Proxenus, pamannya- saudara dari ayahnya. Pada usia 17 tahun ia masuk akademi milik Plato di Athena. Dari situlah ia kemudian menjadi murid Plato selama 20 tahun.

Dengan meninggalnya Plato pada tahun 347 sM, Aristoteles meninggalkan Athena dan mengembara selama 12 tahun. Dalam jenjang waktu itu ia mendirikan akademi di Assus, dan menikah dengan Pythias yang tak lama kemudian meninggal. Ia lalu menikah lagi dengan Herpyllis yang kemudian melahirkan baginya seorang anak laki-laki yang ia beri nama Nicomachus, seperti nama ayahnya. Pada tahun-tahun berikutnya ia juga mendirikan akademi di Mytilene. Saat itulah ia sempat jadi guru Alexander Agung selama 3 tahun.

Di Lyceum, Athena pada tahun 335 sM, ia juga mendirikan semacam akademi. Di sinilah ia selama 12 tahun memberikan kuliah, berpikir, mengadakan riset dan eksperimen, serta membuat catatan-catatan dengan tekun dan cermat.

Pada tahun 323 sM Alexander Agung meninggal. Karena takut dibunuh orang Yunani yang membenci pengikut Alexander, Aristoteles akhirnya melarikan diri ke Chalcis. Tapi ajal memang tak mengenal tempat. Mau bersembunyi kemanapun, kalau ajal sudah tiba tidak ada yang bisa menolak. Demikian juga dengan tokoh ini, satu tahun setelah pelariannya ke kota itu, yaitu tepatnya pada tahun 322 sM, pada usia 62 tahun ia meninggal juga di kota tersebut, Chalcis, Yunani. ► atur/mlp-ms

Mengapa ilmu hadir?
Pada hakekatnya, manusia memiliki keingintahuan pada setiap hal yang ada maupun yang sedang terjadi di sekitarnya. Sebab, banyak sekali sisi-sisi kehidupan yang menjadi pertanyaan dalam dirinya. Oleh sebab itulah, timbul pengetahuan (yang suatu saat) setelah melalui beberapa proses beranjak menjadi ilmu.
Bagaimanakah manusia mendapatkan ilmu?
Manusia diciptakan oleh Yang Maha Kuasa dengan sempurna, yaitu dilengkapi dengan seperangkat akal dan pikiran. Dengan akal dan pikiran inilah, manusia mendapatkan ilmu, seperti ilmu pengetahuan sosial, ilmu pertanian, ilmu pendidikan, ilmu kesehatan, dan lain-lain. Akal dan pikiran memroses setiap pengetahuan yang diserap oleh indera-indera yang dimiliki manusia.
Dengan apa manusia memperoleh, memelihara, dan meningkatkan ilmu?
Pengetahuan kaidah berpikir atau logika merupakan sarana untuk memperoleh, memelihara, dan meningkatkan ilmu. Jadi, ilmu tidak hanya diam di satu tempat atau di satu keadaan. Ilmu pun dapat berkembang sesuai dengan perkembangan cara berpikir manusia.

Hubungan Pengetahuan, Ilmu, Penelitian dan Teknologi

Kekhususan ilmu dibandingkan pengetahuan terletak pada kemampuan manusia untuk menyadari pengetahuan yang diperolehnya secara spontan dan langsung itu serta membuatnya teratur dalam suatu sistem, sehingga bila orang lain menanyakan, ia bisa menerangkan dan mempertanggungjawabkan. Dengan perkataan lain, pengetahuan-pengetahuan yang telah ada dikumpulkan, lalu diatur dan disusun sehingga masuk akal dan bisa dimengerti orang lain.
Proses sistematisasi pengetahuan menjadi ilmu biasanya melalui tahap-tahap sebagai berikut:
1. Tahap perumusan pertanyaan sebaik mungkin.
2. Merancang hipotesis yang mendasar dan teruji
3. Menarik kesimpulan logis dari pengandaian-pengandaian.
4. Merancang teknik men-tes pengandaian-pengandaian.
5. Menguji teknik itu sendiri apakah memadai dan dapat diandalkan.
6. Tes itu sendiri dilaksanakan dan hasil-hasilnya ditafsirkan.
7. Menilai tuntutan kebenaran yang diajukan oleh pengandaian-pengandaian itu serta menilai kekuatan teknik tadi.
8. Menetapkan luas bidang berlakunya pengandaian-pengandaian serta teknik dan merumuskan pertanyaan baru.
Ilmu adalah sistematisasi, metodis dan logis. Pengetahuan disistematisasikan menjadi ilmu bisa lewata induksi dan deduksi.
Penelitian adalah penyaluran hasrat ingin tahu manusia dalam taraf keilmuan. Penelitian memegang peranan dalam:
• Membantu manusia memperoleh pengetahuan baru.
• Memperoleh jawaban suatu pertanyaan.
• Memberikan pemecahan atas suatu masalah.
Fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya untuk menginterpreatasikan fenomena-fenomena masyarakat yang kompleks dan kait-mengait sehingga fenomen itu mampu membantu memenuhi hasrat ingin manusia. Ciri berpikir ilmiah adalah skeptik, analitik, kritis.
Ilmu pengetahuan mendorong teknologi, teknologi mendorong penelitian, penelitian menghasilkan ilmu pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan baru mendorong teknologi baru.

Ilmu komputer

Ilmu komputer (bahasa Inggris: Computer Science), secara umum diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik tentang komputasi, perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). Ilmu komputer mencakup beragam topik yang berkaitan dengan komputer, mulai dari analisa abstrak algoritma sampai subyek yang lebih konkret seperti bahasa pemrograman, perangkat lunak, termasuk perangkat keras. Sebagai suatu disiplin ilmu, Ilmu Komputer lebih menekankan pada pemrograman komputer, dan rekayasa perangkat lunak (software), sementara teknik komputer lebih cenderung berkaitan dengan hal-hal seperti perangkat keras komputer (hardware). Namun demikian, kedua istilah tersebut sering disalah-artikan oleh banyak orang.

Tesis Church-Turing menyatakan bahwa semua alat komputasi yang telah umum diketahui sebenarnya sama dalam hal apa yang bisa mereka lakukan, sekalipun dengan efisiensi yang berbeda. Tesis ini kadang-kadang dianggap sebagai prinsip dasar dari ilmu komputer. Para ahli ilmu komputer biasanya menekankan komputer von Neumann atau mesin Turing (komputer yang mengerjakan tugas yang kecil dan deterministik pada suatu waktu tertentu), karena hal seperti itulah kebanyakan komputer digunakan sekarang ini. Para ahli ilmu komputer juga mempelajari jenis mesin yang lain, beberapa diantaranya belum bisa dipakai secara praktikal (seperti komputer neural, komputer DNA, dan komputer kuantum) serta beberapa diantaranya masih cukup teoritis (seperti komputer random and komputer oracle).

Ilmu Komputer mempelajari apa yang bisa dilakukan oleh beberapa program, dan apa yang tidak (komputabilitas dan intelegensia buatan), bagaimana program itu harus mengevaluasi suatu hasil (algoritma), bagaimana program harus menyimpan dan mengambil bit tertentu dari suatu informasi (struktur data), dan bagaimana program dan pengguna berkomunikasi (antarmuka pengguna dan bahasa pemrograman).

Ilmu komputer berakar dari elektronika, matematika dan linguistik. Dalam tiga dekade terakhir dari abad 20, ilmu komputer telah menjadi suatu disiplin ilmu baru dan telah mengembangkan metode dan istilah sendiri.

Departemen ilmu komputer pertama didirikan di Universitas Purdue pada tahun 1962. Hampir semua universitas sekarang mempunyai departemen ilmu komputer.

Penghargaan tertinggi dalam ilmu komputer adalah Turing Award, pemenang penghargaan ini adalah semua pionir di bidangnya.

Edsger Dijkstra mengatakan:

Ilmu komputer bukan tentang komputer sebagaimana astronomi bukan tentang teleskop

Fisikawan ternama Richard Feynman mengatakan:

Ilmu komputer umurnya tidak setua fisika; lebih muda beberapa ratus tahun. Walaupun begitu, ini tidak berarti bahwa “hidangan” ilmuwan komputer jauh lebih sedikit dibanding fisikawan. Memang lebih muda, tapi dibesarkan secara jauh lebih intensif!

Hubungan Informatika dengan bidang lain

Ilmu komputer berkaitan erat dengan beberapa bidang lain. Bidang-bidang ini tidak benar-benar terpisah, sekalipun mempunyai perbedaan penting.

Ilmu Informasi

Ilmu Informasi adalah ilmu yang mempelajari data dan informasi, mencakup bagaimana menginterpretasi, menganalisa, menyimpan, dan mengambil kembali. Ilmu informasi dimulai sebagai dasar dari analisa komunikasi dan basis data.

Sistem Informasi

Sistem Informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari suatu organisasi yaitu: operasi, instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan finansial dan personal manajemen. ‘Sistem Informasi’ dapat berupa gabungan dari beberapa elemen teknologi berbasis komputer yang saling berinteraksi dan bekerja sama berdasarkan suatu prosedur kerja (aturan kerja) yang telah ditetapkan, dimana memproses dan mengolah data menjadi suatu bentuk informasi yang dapat digunakan dalam mendukung keputusan.

Rekayasa Perangkat Lunak

Rekayasa Perangkat Lunak pada prinsipnya menekankan pada tahapan-tahapan pengembangan suatu perangkat lunak yakni : Analisis, Desain, Implementasi, Testing dan Maintenance. Pada tahap yang lebih luas Rekayasa Perangkat Lunak mengacu pada Manajemen Proyek pengembangan Perangkat Lunak itu sendiri dengan tetap memperhatikan tahapan-tahapan pengembangan sebelumnya.

Dalam pengembangannya perangkat lunak memiliki berbagai model yaitu model water fall (‘model konvensional’ sebagai model terdahulu yang dikembangkan dan karena model water fall nyaris sama dengan siklus hidup pengembangan sistem), model prototype (‘model yang disukai oleh user dan pengembang), model sequensial linear, model RAD ‘rapid aplikation model’, model ‘formal method’ atau ‘metode formal’ disini sebelum diadakannya implementasi terlebih dahulu rancangan model yang dibuat diverifikasi terlebih dahulu sehingga tidak ada lagi kesalahan – kesalahan pada saat implementasi.

Rekayasa Komputer(Rekayasa Perangkat Keras)

Rekayasa Komputer adalah ilmu yang mempelajari analisa, desain, dan konstruksi dari perangkat keras komputer.

Ilmu yang mempelajari segala aspek pembuatan, konstruksi, pemeliharaan perangkat lunak.

Keamanan Informasi

Keamanan Informasi adalah ilmu yang mempelajari analisa dan implementasi dari keamanan sistem informasi (termasuk Kriptografi).

 

Sumber

http://ms.wikipedia.org/wiki/Ilmu

http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_komputer





HOMO HOMINI SOCIO, HOMO HOMINI LUPUS

27 10 2010

HOMO HOMINI SOCIO, HOMO HOMINI LUPUS

Awalnya saya merasa asing dengan istilah ini. Saya baru tahu istilah ini ketika ada mata kuliah ilmu social dasar dikampus. Dari penjelasan dosen ISD, saya menarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan homo homini social adalah bahwa manusia adalah makhluk social dimana manusia pasti membutuhkan manusia yang lain. Artinya, manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia butuh bantuan dari manusia lain untuk mempertahankan hidupnya.

Namun, kadang yang terjadi justru sebaliknya, yaitu homo homini lupus.Yang berarti manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Apalagi saat ini dimana ekonomi semakin amburadul. Yang terjadi, manusia saat ini saling menginjak satu sama lain.

Berikut penjelasan lebih detil mengenai homo homini socio dan homo homini lupus.

Manusia, sudah jelas bahwa manusia yang dimaksud di dunia tidak hidup sendiri, dan tidak akan bisa hidup sendiri. Karena itu manusia juga disebut makhluk sosial, makhluk yang hidup berkelompok. Manusia membutuhkan informasi-informasi untuk mengetahui keadaan kehidupan yang ada, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan survive atau juga pertahanan hidup di dunia ini.

 

Manusia adalah makhluk yang mempunyai aturan-aturan atau peradaban yang berbeda beda di dunia ini, setiap titik tempat pasti mempunyai peraturan yang berbeda beda. Peraturan tersebut dibuat untuk mentertibkan dan menyesuaikan dengan keadaan titik tempat tersebut, dan juga dibuat untuk mentertibkan komunikasi antar manusia.

 

Bukan baru-baru ini manusia sebagai makhluk sosial, tetapi sudah berabad-abad lamanya, sebagaimana telah dikatakan sebelumnya, manusia sangat membutuhkasn satu sama lain, karena beberapa alasan, tetapi ada beberapa alasan yang sangat dominan yaitu :

 

1. Manusia butuh berinteraksi dan bersosialisasi atas dasar kebutuhan pangan, atau jasmaninya.

2. Manusia butuh berinteraksi dan bersosialisasi atas dasar kebutuhan pertahanan diri, atu kita bisa sebut survival, untuk bertahan hidup.

3. Manusia juga sangat membutuhkan interaksi dan sosialisasi atas dasar melangsungkan jenis atau keturunan.

 

Dari point-point di atas kita bisa melihat dan membayangkan bagaimana manusia sangat membutuhkan satu sama lain. Bukan hanya membutuhkan, tapi masyarakat atau kumpulan manusia yang berinteraksi adalah suatu komponen yang tidak terpisahkan dan sangat ketergantungan. Sehingga komunikasi antar masyarkat dientukan oleh peranan manusia itu sendiri sebagai makhluk sosial.

 

Globalisasi, adalah perubahan secara besar-besaran atau secara umum meluas. Dalam arus globalisasi yang berkembang sangat cepat ini manusia menjadi makhluk yang sangat mudah meniru dalam arti meniru sesuatu yang ada di masyarakat yang terdiri dari :

 

1. Manusia mudah meniru atau mengikuti perkembangan kebudayaan-kebudayaan, dimana manusia sangat mudah menerima bentuk-bentuk perkembangan dan pembaruan dari kebudayaan luar, sehingga dalam diri manusia terbentuklah pengetahuan, pengetahuan tentang pembaruan kebudayaan dari luar tersebut.

 

2. Penghematan tenaga dimana ini adalah merupakan tindakan meniru untuk tidak terlalu menggunakan banyak tenaga dari manusia, sehingga kinerja mnausia dalam masyarakat bisa berjalan secara efektif dan efisien.

 

Secara umum, keinginan manusia untuk meniru bisa terlihat jelas dalam suatu ikatan kelompok, tetapi hal ini juga kita dapat lihat di dalam kehidupan masyarakat secara luas.Dari gambaran diatas jelas bagaimana manusia itu sendiri membutuhkan sebuah interaksi atau komunikasi untuk membentuk dirinya sendiri malalui proses meniru. Sehingga secara jelas bahwa manusia itu sendiri punya konsep sebagai makhluk sosial.

 

Yang menjadi ciri manusia dapat dikatakan sebagai makhluk sosial adalah adanya suatu bentuk interaksi sosial didalam hubugannya dengan makhluk sosial lainnya yang dimaksud adalah dengan manusia satu dengan manusia yang lainnya. Secara garis besar faktor-faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia terdiri dari tiga hal yakni :

 

1. Tekanan Emosiaonal. Ini sangat mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi satu sama lain.

2. Harga diri yang rendah. Ketika kondisi seseorang berada dalam kondisi manusia yang direndahkan maka akan memiliki hasrat yang tinggi untuk berhubungan dengan orang lain karena kondisi tersebut dimana orang yang direndahkan membutuhkan kasih saying orang lain atau dukungan moral untuk membentuk kondisi seperti semula.

3. Isolasi sosial. Orang yang terisolasi harus melakukan interaksi dengan orang yang sepaham atau sepemikiran agar terbentuk sebuah interaksi yang harmonis.

Setiap makhluk tidak bisa hidup sendiri dalam menjalani umurnya di dunia ini, makhluk pertama yang bernama Adam pun melakukan komplain kepada Allah SWT atas kesendirian beliau hingga diciptakanlah makhluk yang bernama Hawa. Begitu juga kita sebagai keturunan Nabi Adam pasti juga demikian, atas kasih sayang Allah SWT terhadap seluruh hamba-Nya di dunia ini maka kita diciptakan berpasang-pasangan, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa sebagai bentuk hubungan antar makhluk ciptaan Allah SWT dengan tujuan agar kita saling kenal mengenal. Siapapun anda, sekurang-kurangnya memiliki 100 orang yang dikenal. Setiap orang di sekitar kita pasti berpengaruh kepada kita; baik positif maupun negatif sebagaimana kata Aa’ Gym dalam ceramah beliau: berteman dengan orang yang jual minyak wangi maka kita akan kena wanginya, kalau berteman dengan pande besi maka bau pande besi. Namun bukan berarti kita harus mengesampingkan orang-orang yang berpengaruh buruk dan menghambat perjalanan kita meraih kesuksesan. Sebaliknya, kitalah yang harus memperkuat pengaruh positif agar dapat merubah pengaruh negatif tersebut. Teringat pesan orang tua penulis “Jadilah Muhammad (pen: Nabi Muhammad) yang merubah orang-orang di sekitarnya’, pesan tersebut memiliki makna bahwa kita harus menebarkan kebaikan di manapun, kepada siapa pun dan kapan pun.

Kenapa kita perlu bergaul? Karena kita makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya, binatang yang hanya mengandalkan nafsunya pun memerlukan binatang lainnya dalam dunia kebinatangannya, apalagi manusia yang hidup dengan pikiran, nafsu dan perasaan. Jadi, pergaulan atau yang kita kenal dengan silaturrahmi adalah proses pengembangan akses dan bukan jamannya lagi mengembangkan aset, karena aset pada umumnya ada karena kita memiliki akses sebagai sarana mendapatkan aset seperti sabda Rasulullah: siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung tali silaturrahim. (HR. Bukhari). Begitu indah silaturrahim dalam kehidupan ini dan memiliki banyak manfaat sebagai eksistensi kita sebagai manusia, sepengetahuan saya manfaat dari silaturrahim diantaranya. 1) Belajar dari pengalaman orang lain, hal ini sangat penting mengingat waktu kita sangat terbatas untuk mengenyam berbagai pengalaman. Mendengar cerita kesuksesan seseorang dalam menekuni bisnisnya selama 5 tahun, berarti kita telah menghemat waktu yang cukup banyak untuk mendapatkan pengalaman dalam bidang tersebut. Bagaimana jika kita banyak berdialog dengan banyak orang yang memiliki jutaan pengalaman?. 2) Memanfaatkan relasi teman, menurut saya ini metode Multi Level Marketing (MLM), apabila kita punya 10 orang kenalan yang prospektif dan memiliki akses 100 orang yang berpengaruh, maka minimal kita telah memiliki akses 100 orang yang berpengaruh juga. 3) Kekurangan kita tertutup, setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan dalam dirinya, semisal anda tidak bisa mengendarai mobil, maka manfaatkanlah teman anda untuk mengendarainya dan manfaatkan dia untuk mengajari anda mengendarai mobil. 4) Pasar yang potensial, bisnis apapun yang kita miliiki, pasar atau komunitas yang pertama kali harus dibidik adalah orang terdekat atau teman. Karena merekalah yang telah mengenal dan mengetahui reputasi kita, sebab membangun kepercayaan pun di tengah-tengah mereka menjadi lebih mudah. 5) P3K, artinya pertolongan pertama pada kecelakaan. Ingat masa di pondok pesantren, orang yang pertama kali tempat kita meminjam uang adalah teman, bukan pak kyai ataupun jasa peminjaman uang. Orang yang pertama kali menolong dikala sakit adalah teman. Dan masih banyak lagi manfaat dari sebuah pergaulan positif dengan relasi kita.

 

Hubungan antar manusia juga sama seperti kita melakukan investasi uang di bank, jika kita memberikan sesuatu yang positif terhadap orang lain, berarti kita telah menabung ke bank emosi seseorang. Sebaliknya, ketika kita melakukan sesuatu yang negatif kepada seseorang, maka kita seakan-akan menarik uang yang kita tabung hingga minus atau tidak memilki tabungan sama sekali. Seseorang pemimpin tidak harus yang kuat dan hebat, tetapi pemimpin yang mempunyai paling banyak teman atau koneksi.

 

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:

a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.

b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.

c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain

d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

 

Sosialisasi

Peter Berger mendefinisikan sosialisasi sebagai suatu proses di mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat (Berger, 1978:116).

Salah satu teori peranan dikaitkan sosialisasi ialah teori George Herbert Mead. Dalkam teorinya yang diuraikan dalam buku Mind, Self, and Society (1972). Mead menguraikan tahap-tahap pengembangan secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain, yaitu melalui beberapa tahap-tahap play stage, game sytage, dan tahap generalized other.

Menurut Mead pada tahap pertama, play stage, seorang anak kecil mulai belajar mengambil peranan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Pada tahap game stage seorang anak tidak hanya telah mengetahui peranan yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi.

Pada tahap ketiga sosialisasi, seseorang dianggap telah mampu mengambil peran-peran yang dijalankan orang lain dalam masyarakat yaitu mampu mengambil peran generalized others. Ia telah mampu berinteraksi denagn orang lain dalam masyarakat karena telah memahami peranannya sendiri serta peranan orang-orang lain dengan siapa ia berinteraksi.

Menurut Cooley konsep diri (self-concept) seseorang berkembang melalalui interaksinya dengan orang lain. Diri yang berkembang melalui interaksi dengan orang lain ini oleh Cooley diberi nama looking-glass self.

Cooley berpendapat looking-glass self terbentuk melalui tiga tahap. Tahap pertama seseorang mempunyai persepsi mengenaoi pandangan orang lain terhadapnya. Pada tahap berikut seseorang mempunyai persepsi mengenai penilain oreang lain terhadap penampilannya. Pada tahap ketiga seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannya sebagai penilaian orang lain terhadapnya itu.

Pihak-pihak yang melaksanakan sosialisasi itu menurut Fuller and Jacobs (1973:168-208) mengidentifikasikan agen sosialisasi utama: keluarga, kelompok bermain, media massa, dan sistem pendidikan

 

Di dalam kehidupannya, manusia tidak hidup dalam kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin berhubungan dengan manusia lain. Hal ini menunjukkan kondisi yang interdependensi. Di dalam kehidupan manusia selanjutnya, ia selalu hidup sebagai warga suatu kesatuan hidup, warga masyarakat, dan warga negara. Hidup dalam hubungan antaraksi dan interdependensi itu mengandung konsekuensi-konsekuensi sosial baik dalam arti positif maupun negatif. Keadaan positif dan negatif ini adalah perwujudan dari nilai-nilai sekaligus watak manusia bahkan pertentangan yang diakibatkan oleh interaksi antarindividu. Tiap-tiap pribadi harus rela mengorbankan hak-hak pribadi demi kepentingan bersama Dalam rangka ini dikembangkanlah perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Pada zaman modern seperti saat ini manusia memerlukan pakaian yang tidak mungkin dibuat sendiri.

Tidak hanya terbatas pada segi badaniah saja, manusia juga mempunyai perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih saying, harga diri pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.

Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki sifat yang khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel Kant mengatakan, “manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan”. Jadi jika manusia tidak dididik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sebenarnya. Hal ini telah terkenal luas dan dibenarkan oleh hasil penelitian terhadap anak terlantar. Hal tersebut memberi penekanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi pembentukan pribadi seseorang.

Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama dalam memenuhi kebutuhan rohani.

“Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya” atau juga disebut “Homo homini Lupus ” istilah ini pertama kali di kemukakan oleh plautus pada tahun 945,yang artinya sudah lebih dari 1500 tahun dan kita masih belum tersadar juga. di jaman sekarang ini sangat sulit Menjadikan Manusia seperti seorang manusia pada umumnya,sepertinya istilah ini masih tetap berlaku sampai sekarang.

Tidak bisa dipungkiri Hidup di dalam suatu negara sangat di butuhkan sosialisasi karena kita tidak dapat Hidup dengan sendirinya tanpa ada manusia lain.Apalagi seperti keadaan sekarang ini kita Hidup di jaman yang serba susah .Demi mempertahankan hidup itu sendiri kita rela melakukan apa saja Mulai dari yang halal sampai yang Haram, tentunya semua itu kita lakukan  untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.Untuk mewujudkan itu semua memang tidak mudah dimana kita harus menghadapi berbagai konflik yang akan memicu lahirnya sikap saling mangsa Dan disinilah Peran Hati nurani & ego sangat dibutuhkan.

gambaran manusia di jaman sekarang ini sangatlah mengerikan dari segi sikap dan perbuatan terkadang lebih keji dari pada hewan yang paling buas sekalipun,saling sikut,saling berebut saling tikam bahkan saling memangsa layaknya serigala yang buas siap menerkam mangsanya demi sebuah kepuasan (ambisi).

sebagai contoh yang terjadi di dalam kehidupan kita seperti tindakan kekerasan,mulai dari perkelahian ,pembunuhan,pemerkosaan,serta aksi teror pemboman yang sedang trend di negara kita dan perang dunia yang memungkinkan akan terjadi lagi. Apakah itu disebut manusia ? Tidak. Kenapa tidak? Karena itu semua manusia yang melakukanya dan dilakukan terhadap manusia juga ? entahlah..’

Pengakuan sebagai umat beragamapun yang telah patuh terhadap ajaranya kerap kali sebagai alasan tindakan kekerasan bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang. Banyak pelaku kekerasan seperti tersebut menyatakan ini masalah iman, masalah Tuhan atau masalah kebenaran (kebenaran yang ditafsirkan manusia itu sendiri).

Ego seperti apakah yang membuat manusia menggurat sejarah kekerasan dalam perbudakan-rasisme, Holocaust-rasisme, seksisme yang menyuburkan perdagangan manusia untuk kepentingan prostitusi, lalu yang sedang marak disoroti saat ini adalah kekerasan karena spesiesme. Mungkin sudah saatnya bagi manusia melihat jernih kekerasan karena spesiesme. Spesies manusia merasa lebih unggul dari spesies hewan hingga ‘boleh’ diperlakukan sebagai ‘milik-properti’ . Hewan diperlakukan tak beda dengan benda. Perasaan takut, marah, sakit saat disiksa hingga meregang nyawa ‘tak terlihat’ oleh ego manusia. Manusia sedang dan terus memelihara spesiesme ini, pertanyaannya, akan sampai kapan? Manusia butuh kejernihan hati dan akal, menimbang kembali apakah spesiesme layak dipelihara. Jika saja ada spesies yang lebih unggul dari manusia, penguasaan teknologi lebih tinggi dari manusia, manusia bisa saja dieksploitasi, dijadikan objek penelitian, bahkan dijadikan makanan. Saya jadi ingat film the Island, sebuah film futuristik yang mengisahkan tentang komodifikasi manusia kloning untuk kepentingan asuransi kesehatan.
Jaminan kesehatan diberikan dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan adanya manusia kloning. Semua potensi penyakit dapat diatasi. Jika secara genetik Anda memilki potensi penyakit ginjal, diabetes atau jantung, Anda tidak perlu khawatir asal punya DUIT membayar asuransi, organ manusia kloning siap mengganti semua ‘onderdil’ yang bermasalah dalam tubuh Anda. Manusia kloning dengan rekayasa genetik sedemikian rupa diprogram agar tumbuh menjadi manusia yang super sehat untuk menjaga kualitas organnya. Namun rasa dan emosi mereka telah disetel, diprogram sedemikian rupa agar tidak ‘hidup’. Manusia kloning hidup tanpa rasa dan emosi meski dalam akhir cerita ada manusia kloning yang menyimpang , ada manusia kloning yang tetap punya emosi, hingga memberontak. Mereka tak ubahnya ‘benda’. Di sini manusia satu tidak melihat kelayakan yang sama dengan manusia lainnya, hingga Homo Homini Lupus, dominasi sesama spesies subur dan ’sah-sah’ saja. Spesies manusia yang berduit ‘boleh-boleh’ saja memperlakukan manusia kloning sesuai kebutuhan mereka, karena mereka dianggap spesies manusia-benda.
Dalam dunia nyata wajah homo homini lupus sebenarnya tak asing dalam kasus perdagangan manusia entah untuk kepentingan sebagai buruh pabrik, pekerja di dunia prostitusi dengan berbagai modus. Di China modus terbanyak adalah penculikan, mulai dari anak kecil (biasanya untuk dijadikan pekerja seks untuk pedofilia) dan di Indonesia modusnya memanfaatkan keterjepitan keadaan ekonomi. Sebuah kasus di tempat saya dinas dulu terungkap, modus yang digunakan adalah meminta langsung ke orang tua korban dengan memberi segepok uang ke orang tua korban hingga rela melepas anaknya untuk dipekerjakan di Jepang sebagai duta budaya. Kenyataannya, setelah korban sampai di tujuan, korban disodorkan nota utang berisi rincian biaya perjalanan dan biaya pengurusan imigrasi dll. Kondisi terjepit seperti ini, korban tidak memiliki pilihan, hingga terpaksa bekerja di ‘panti’ jauh berbeda dari yang dijanjikan sebelumnya. Sampai pada titik ini, manusia juga telah melihat manusia lain tak ubahnya benda tak berhak punya rasa, yang bisa dieksploitasi. Mungkinkah bakat homo homini lupus ini lahir dan tumbuh bermuasal, berakar dari sikap spesiesme kita terhadap hewan. Sadar tak sadar kita membiasakan diri ‘membenarkan’ mengabaikan rasa mereka. Kita terbiasa memperlakukan mereka seolah tak berhak punya rasa takut, rasa sakit dan rasa cinta akan hidup mereka sendiri.Sebuah ungkapan dari George Angell (1823-1909) sejalan dengan permenungan di atas. Saya kadang ditanya,”Mengapa engkau menghabiskan begitu banyak waktu dan uang berbicara tentang kebaikan kepada binatang padahal begitu banyak kekejaman atas manusia?” Saya menjawab,”Saya bekerja dari akarnya.”

Jadi homo homini socio dan homo homini lupus ini ada dalam diri manusia. Sadar atau tidak kiti memang seperti itu. Kadang kita baik dngan sesame, kadang kita juga berbuat hal yang tidak baik. Mencelakakan seseorang hanya untuk sebuah keinginan. Seperti pemerintah yang mengaku sebagai wakil rakyat. Yang dalam faktanya mereka memakan uang rakyat. Korupsi itu seperti serigala memakan keluarganya. Merugikan Negara, dan rakyat. Negara menurut teori Thomas Hobbes dibutuhkan untuk mencegah kesewenang-wenangan pihak yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan terhadap rakyat yang lemah. Hobbes menilai bahwa negara dibutuhkan perannya yang besar agar mampu mencegah adanya “homo homini lupus” atau manusia menjadi serigala bagi manusia lainnya. Hobbes memunculkan teori ini karena di masanya ia melihat adanya kesewenang-wenangan terhadap golongan yang lemah, sehingga perlu adanya peran negara untuk mencegah ini.

“manusia adalah kawan bagi sesama”. Manusia adalah rekan atau teman bagi sesamanya di dunia sosialitas ini (homo homini socius). Pikiran homo homini socius ini ditaruh untuk mengkritik, mengoreksi, dan memperbaiki sosialitas preman; sosialitas yang saling mengerkah, memangsa, dan saling membenci dalam homo homini lupus (sesama adalah serigala bagi manusia).

“Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya” atau juga disebut “Homo homini Lupus ” istilah ini pertama kali di kemukakan oleh plautus pada tahun 945,yang artinya sudah lebih dari 1500 tahun dan kita masih belum tersadar juga. di jaman sekarang ini sangat sulit Menjadikan Manusia seperti seorang manusia pada umumnya,sepertinya istilah ini masih tetap berlaku sampai sekarang.

Tidak bisa dipungkiri Hidup di dalam suatu negara sangat di butuhkan sosialisasi karena kita tidak dapat Hidup dengan sendirinya tanpa ada manusia lain.Apalagi seperti keadaan sekarang ini kita Hidup di jaman yang serba susah .Demi mempertahankan hidup itu sendiri kita rela melakukan apa saja Mulai dari yang halal sampai yang Haram, tentunya semua itu kita lakukan  untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik.Untuk mewujudkan itu semua memang tidak mudah dimana kita harus menghadapi berbagai konflik yang akan memicu lahirnya sikap saling mangsa Dan disinilah Peran Hati nurani & ego sangat dibutuhkan.

gambaran manusia di jaman sekarang ini sangatlah mengerikan dari segi sikap dan perbuatan terkadang lebih keji dari pada hewan yang paling buas sekalipun,saling sikut,saling berebut saling tikam bahkan saling memangsa layaknya serigala yang buas siap menerkam mangsanya demi sebuah kepuasan (ambisi).

sebagai contoh yang terjadi di dalam kehidupan kita seperti tindakan kekerasan,mulai dari perkelahian ,pembunuhan,pemerkosaan,serta aksi teror pemboman yang sedang trend di negara kita dan perang dunia yang memungkinkan akan terjadi lagi. Apakah itu disebut manusia ? Tidak. Kenapa tidak? Karena itu semua manusia yang melakukanya dan dilakukan terhadap manusia juga ? entahlah..’

Pengakuan sebagai umat beragamapun yang telah patuh terhadap ajaranya kerap kali sebagai alasan tindakan kekerasan bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang. Banyak pelaku kekerasan seperti tersebut menyatakan ini masalah iman, masalah Tuhan atau masalah kebenaran (kebenaran yang ditafsirkan manusia itu sendiri).

untuk menghadapi ini semua haruskah kita pun menjadi serigala ? atau hanya diam dan menjadi domba yang berada di tengah-tengah gerombolan para serigala lapar ?

 

 

Sumber

http://id.wikipedia.org/

http://guruit07.blogspot.com/2009/01/pengembangan-manusia-sebagai-makhluk.html

http://dweysocial.blogspot.com/2008/01/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html

http://id.shvoong.com/social-sciences/1903717-makhluk-sosial/

http://apadefinisinya.blogspot.com/2009/01/manusia-sebagai-makhluk-individu-dan.html